Buat Pemetaan Isu Strategis, DLHK Sulsel Gandeng ICRAF Gelar Konsultasi Publik 2025 – 2045
Dalam proses tersebut dilanjutkan dengan penyusunan daftar permasalahan dan isu-isu strategis pembangunan di Sulsel.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR- Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggandeng ICRAF dalam rangka penyusunan daftar permasalahan dan isu-isu strategis pembangunan di Sulsel, melalui kegiatan konsultasi publik yang digelar Kamis, 13 Juni 2023, di Hotel Best Western Makassar.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulsel, Ihsan Mustari mengungkapkan, melalui kegiatan konsultasi publik yang didanai oleh Global Affair Canada dalam rangka penyusunan kajian lingkungan hidup strategis Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) Sulsel Tahun 2025 – 2045.
Selain itu, dalam proses tersebut dilanjutkan dengan penyusunan daftar permasalahan dan isu-isu strategis pembangunan di Sulsel. “Kegiatan penyusunan KLHS ini sangat penting karena saat ini isu besar utama di dunia dan Indonesia, salah satunya adalah perubahan iklim. Sehingga perlu langkah adaptasi bagaimana kita melakukan upaya rekayasa-rekayasa sehingga kehidupan kita bisa lebih baik,"katanya.
Baca Juga : Sekda Sulsel Dorong Integrasi Hasil Riset KONEKSI Terkait Ketahanan Iklim ke RPJMD
Ihsan juga memberikan apresiasinya kepada program Land4Lives yang dilakukan ICRAF dalam mendukung upaya-upaya pembangunan berwawasan lingkungan yang dilakukan oleh Sulawesi Selatan.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengamanatkan bahwa lingkungan hidup di Indonesia harus dilindungi dan dikelola dengan baik berdasarkan asas tanggung jawab negara, asas keberlanjutan, dan asas keadilan.
Menurutnya pengelolaan lingkungan hidup harus dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya yang dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian, demokrasi lingkungan, desentralisasi, serta pengakuan dan penghargaan terhadap kearifan lokal dan kearifan lingkungan.
Baca Juga : Husniah Tegaskan RPJMD 2025–2029 Tonggak Awal Pembangunan Kabupaten Gowa
Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dimaksudkan agar lingkungan hidup Indonesia dapat tetap menjadi sumber dan penunjang hidup bagi rakyat Indonesia serta makhluk hidup lainnya.
Koordinator ICRAF Indonesia untuk Provinsi Sulawesi Selatan, M. Syahrir menjelaskan melalui kegiatan Sustainable Landscapes for Climate Resilient Livelihoods in Indonesia (Land4Lives), ICRAF sendiri ikut terlibat dalam mendorong perbaikan tata kelola bentang lahan di Sulsel.
“ICRAF Indonesia terlibat dalam proses penyusunan KLHS Sulawesi Selatan melalui proyek Land4Lives yang selama satu setengah tahun ini telah bermitra dengan Pemprov. Dimana Land4Lives bertujuan untuk mendorong perbaikan tata kelola bentang lahan, peningkatan penghidupan tahan iklim, penguatan ketahanan pangan, dan memperkuat mitigasi/adaptasi perubahan iklim.”
Baca Juga : Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD 2025-2029
“Kami berharap Bapak-Ibu peserta yang hadir bisa mengawal proses penyusunan KLHS ini bagi proses pembangunan berkelanjutan di Sulsel”, tambahnya.
Konsultasi publik ini sendiri melibatkan seluruh pemangku kepentingan di Sulawesi Selatan, dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan pemerintah kota/kabupaten, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan pihak swasta. Hadir pula narasumber utama dari Kementerian LHK, Krisna Kumar, yang bergabung secara daring.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News