Dorong Pertumbuhan Ekonomi Hijau di Sulsel, ICRAF dan Pemprov Sulsel Libatkan Sejumlah Lembaga

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan,Ichsan Mustari bersama Direktur Asia ICRAF, Sonya Dewi saat membuka Kick-Off Integrasi Pertumbuhan Ekonomi Hijau di Hotel Claro, Selasa (8/8/2023)/(Portal Media/rahma)

Kegiatan ini diharapkan dapat terhimpun masukan, saran dan informasi, serta partisipasi dari para pemangku kepentingan di Sulsel

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR- Badan Perencanaan, Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbangda)Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bersama World Agroforestry (ICRAF) Indonesia dan Global Affair Canada menyelenggarakan Kick-Off Integrasi Pertumbuhan Ekonomi Hijau ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025 - 2045 Sulsel.

Melalui Proyek Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods in Indonesia (Land4Lives), berlangsung selama dua hari, 8 – 9 Agustus 2023, di Hotel Claro Makassar.

Direktur Asia ICRAF, Sonya Dewi mengungkapkan kick-off ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, kalangan akademisi, dunia usaha / swasta, NGO/LSM & Lembaga Mitra, dan Pemerintah Kabupaten-Kota di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026

Tujuannya, selain untuk meningkatkan pemahaman bersama terhadap pentingnya penyusunan Pertumbuhan Ekonomi Hijau (Green Growth Planning/GGP) dan sebagai inisiatif dalam mendukung penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD)Sulsel.

Kegiatan ini diharapkan dapat terhimpun masukan, saran dan informasi, serta partisipasi dari para pemangku kepentingan di Sulsel, dengan mengacu pada kinerja pembangunan selama 20 tahun terakhir.

“Dalam rangkaian proses ini, strategi pembangunan ekonomi hijau sangat diperlukan dan integrasinya ke Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 Provinsi Sulawesi Selatan merupakan komponen yang sangat penting”, ujarnya.

Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov

Sonya juga menyatakan bahwa Satu Data merupakan bagian penting dari proses data dan informasi pengelolaan pembangunan di Provinsi Sulawesi Selatan yang meliputi perencanaan, implementasi, dan evaluasi.

Menurutnya, mengaktifkan program satu data merupakan bagian penting untuk mendukung penyusunan GGP karena perlu data yang sahih dan up to date.

“Kedepan, ICRAF Indonesia masih berkomitmen melanjutkan dukungan dalam mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi hijau dan perubahan iklim dalam pembangunan daerah yang dilaksanakan di tingkat kabupaten, landsekap, dan desa terpilih,” tutupnya.

Baca Juga : Pemkab Pinrang Terima Bantuan Pemprov Sulsel untuk Korban Angin Kencang di Larinsang

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan,Ichsan Mustari menyampaikan,pengarusutamaan Pertumbuhan Ekonomi Hijau ke dalam proses perencanaan dilakukan untuk menentukan program pembangunan yang berlandaskan Ekonomi Hijau.

Menurutnya, sudah menjadi kewajiban bagi para pemangku kepentingan untuk memikirkan sebuah konsep kebijakan transformasi ekonomi dengan cara mengadopsi konsep ekonomi hijau yang mampu mensinergikan pertumbuhan ekonomi dengan keterbatasan sumber daya alam.

“Melalui perencanaan yang baik, Sulawesi Selatan akan mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi hijau dan bisa menentukan langkah dan strategi pencapaian indeks pertumbuhan ekonomi hijau melalui penyusunan masterplan dan roadmap, sehingga dapat menjadi teladan dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDG’s) bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia”, ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru