Polemik PSEL Bergulir di Masyarakat, Danny Pomanto Angkat Bicara
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, persepsi yang dibangun oleh masyarakat adalah hal keliru.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto angkat bicara soal polemik rencana pembangunan proyek Pengelolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Pro kontra yang muncul di masyarakat karena sebagian dari mereka menganggap lokasi yang ada di Kota Makassar tidak bisa dijadikan tempat PSEL.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, persepsi yang dibangun oleh masyarakat adalah hal keliru. Sebab,PSEL dibuat untuk mengatasi masalah persampahan di Kota Makassar maka dibuat industri pengelolaan sampah.
Baca Juga : Kolaborasi Internasional Warnai F8, Danny Ingin Jadikan Festival Arena Permanen
“Bukan TPA yang mau dibuat ini tapi industri listrik, basis bahan bakarnya sampah yang tertutup semua. Bukan mau bikin TPA, ini kan ada penyesatan," ungkap Danny saat diwawancara di Hotel Four Point by Sheraton Jl Andi Djemma, Rabu (9/8).
Danny menegaskan , jika pihaknya tidak pernah ikut campur dalam tahapan lelang PSEL, dirinya tidak turut andil dalam penentuan pemenang proyek tersebut.
“Saya tidak mau ikut campur itu urusan para ahli, tanya para ahli itu saya tidak pernah campur. Mereka presentasi, presentasi saja, mereka umumkan, umumkan saja.,” tegas Danny.
Danny juga mengatakan ada diantara 3 konsorsium yang sebelumnya telah diumumkan, salah satunya ada yang berusaha bermain curang untuk menjadi pemenang proyek tersebut.
“Penyesatan itu, saya pastikan adalah ada diantara tiga kandidat itu yang mohon maaf tidak saya sebut namanya itu, yang berusaha menyewa orang orang untuk mengacaukan agar bisa menang,” ujar Danny.
Bukan sekedar omongan, Danny mengaku punya bukti kuat untuk membuktikan hal tersebut. Ia juga menegaskan agar proses penetapan pemenangnya bisa berjalan secara adil.
Baca Juga : Jelang Purnatugas, Danny Pomanto Ditemani Istri Pamit ke Ketua DPRD Makassar
“Saya punya bukti soal itu. saya tidak sebut nama yah tapi saya bisa buktikan. pokoknya ini harus berjalan fair, mau meneror mau apa. ini ada orang yang mau menang, karena saya termasuk dihubungi tapi saya tidak mau,” tambah Danny.
Soal penempatannya, Danny Pomanto menyampaikan, akan ikut dengan tata ruang yang sudah ada. Dimana lokasi yang tepat untuk membangun industri adalah di Kecamatan Tamalanrea.
Hanya saja titiknya bukan di Bumi Tamalanrea Permai (BTP) seperti yang diributkan banyak oknum belakangan ini.
Baca Juga : Hari Terakhir Jabat Wali Kota Makassar, Ini Pesan Danny ke Pegawai Pemkot
“Serahkan dengan tata ruang, tata ruang itu di Tamalanrea bukan di BTP, itu menyesatkan jelas sekali Tamalanrea, saya harus ikut di tata ruang,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Terkait Surat Keputusan (SK) pemenang tender yang belum ditandatangani, Danny mengaku sangat mengedepankan kehati-hatian dalam mengambil sikap sehingga menunggu Legal Opinion (LO) keluar dari Kejari dan Polda untuk kemudian dilakukan tahapan selanjutnya yaitu pengumuman pemenang tender.
“Kalau legal opinionnya sudah ada berarti tidak ada masalah, saya tidak mau gegabah soal ini. Mending di depan kita rebut daripada di belakang orang rebut. Itu bisa membayangkan. Kira-kira begitu,” ungkap Wali Kota Makassar dua periode ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News