0%
Selasa, 22 Agustus 2023 21:02

Prediksi BMKG: Resiko Krisis Air Rentan Terhadap Stok Pangan 2050

Editor : Gita Oktaviola
Prediksi BMKG: Resiko Krisis Air Rentan Terhadap Stok Pangan 2050
ist

Hal tersebut diungkapkan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Katanya, kenaikan temperatur bumi saat ini akan beresiko pada krisis air beberapa tahun kedepan.

PORTALMEDIA ID, MAKASSAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mewaspadai resiko krisis air yang akan melanda Indonesia 2050 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Katanya, kenaikan temperatur bumi saat ini akan beresiko pada krisis air beberapa tahun kedepan.

Dwikorita memprediksi bumi akan mengalami kerentanan pada stok pangan tahun 2050.

Baca Juga : Dialog RRI Pro 1 Makassar, Plt Dirut PDAM Tegaskan Krisis Air Diselesaikan dengan Aksi Nyata

"Itu melanda hampir semua negara, termasuk Indonesia," tegas Dwikorita, Senin (21/8).

Tak hanya itu, FAO juga menyampaikan hasil penelitian yang sama dengan prediksi BMKG.

FAO mengungkapkan,lebih dari 500 juta petani skala kecil hanya akan memproduksi 80 persen stok pangan dunia menjadi kelompok yang paling rentan terhadap perubahan iklim.

Baca Juga : Jalankan 3 Strategi, PDAM Makassar Optimistis Debit Air Bertambah dan Jaringan Diperluas

"Jadi dampak perubahan iklim selain kenaikan permukaan air laut, lahan yang semakin sempit, pangan pun semakin berkurang. Kita mau impor beras dari mana, semuanya lebih parah dari Indonesia," papar Dwikorita.

Nah, kenaikan temperatur suhu bumi dalam mencapai 3,5 derajat Celcius, jika tidak ada intervensi dari berbagai pihak.

"Saat ini sudah naik 1,2 kejadiannya ekstrem, semakin ekstrem. Kalau enggak ada mitigasi, kenaikannya bisa mencapai 3,5 derajat celcius. Berarti berapa kali lipat dari sekarang, kondisi ekstrem mungkin sudah menjadi kenormalan baru," ujarnya.

Baca Juga : PLT Dirut PDAM Makassar Andi Syahrum Tinjau Persiapan Pompa Air Baku Moncongloe, Perkuat Pasokan untuk Utara dan Timur Makassar

Kondisi yang terjadi saat ini bisa sangat terasa dari kecenderungan kenaikan suhu yang seragam dengan tingkat kenaikan yang bervariasi.

Faktanya, tren suhu rata-rata tahunan 1951-2021 terdapat tren peningkatan temperatur yang seragam, dengan laju yang bervariasi di wilayah berbeda.

"Laju peningkatan terbesar ada di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera bagian selatan, dan area Jakarta dan sekitarnya. Beberapa area mengalami peningkatan hingga 0,15 derajat per 10 tahun," papar Dwikorita.

Baca Juga : Plt Dirut PDAM Makassar Andi Syahrum Tinjau Pengalihan Jaringan Distribusi, Suplai Air Utara Kota Ditingkatkan

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar

Populer