PORTALMEDIA.ID - Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) menyebut telah mengucurkan anggaran sebesar Rp723 miliar untuk membebaskan lahan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Meski demikian, tidak dijelaskan penerima dana pembebasan lahan yang daerah inti statusnya awalnya kawasan tanaman industri itu.
Direktur Utama LMAN, Basuki Purwadi menyebut angka Rp723 miliar tersebut terbagi menjadi dua yaitu untuk membebaskan lahan di sepanjang jalan IKN.
Baca Juga : Otorita IKN Pastikan Layanan Kesehatan KIPP Siap Sambut 16 Instansi
Kedua, menurut Basuki untuk membebaskan lahan yang nantinya digunakan menjadi Kantor Presiden dan Lembaga/Kementerian di IKN atau kawasan inti.
"Jadi Rp723 miliar itu penggunaannya terbagi jadi dua, pertama untuk jalan, kedua untuk kawasan inti pusat pemerintahan," tuturnya dilansir Bisnis, Rabu (30/8/23).
Basuki berpandangan bahwa pembebasan lahan di wilayah IKN sangat dibutuhkan, karena jika tanah tidak dibebaskan maka konstruksi pembangunan tidak bisa dilanjutkan oleh pemerintah.
Baca Juga : DPR Proyeksikan IKN Berfungsi Penuh sebagai Pusat Pemerintahan 2028
"Untuk pembangunan IKN kan tidak mungkin bisa jika konstruksinya dibangun di lahan yang tidak dibebaskan," katanya.
Kendati demikian, menurut Basuki anggaran untuk pembiayaan pembebasan lahan di IKN bisa terus bertambah karena masih berproses di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
"Bisa saja bertambah nanti, ini masih berproses di BPN," ujarnya.
Baca Juga : DPR Sebut Kunjungan Prabowo ke IKN Jadi Pesan Politik Penting
Seperti diketahui, hingga Agustus 2023 LMAN telah menggelontorkan dana sebesar Rp723,78 miliar untuk pembiayaan pembebasan lahan di IKN.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News