PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR- Warga Lae-lae bersama dengan Koalisi Lawan Reklamasi Pesisir (Kawal Pesisir) menyatakan sikap tegas untuk tetap menolak rencana pelaksanaan reklamasi pesisir Pulau Lae-lae, siapa pun PJ Gubernur Sulsel menggantikan Andi Sudirman Sulaiman yang masa jabatannya akan berakhir.
Diketahui, sejak Februari 2023 hingga saat ini, warga Lae-Lae bersama dengan Kawal Pesisir, telah melakukan 7 kali aksi bersama untuk menyatakan sikap terkait dengan penolakan terhadaprencana reklamasi di pesisir pulau Lae-lae.
Aksi tersebut dilakukan dengan berbagai kegiatan baik melalui, aksi respon cepat, penghadangan, parade laut, Festival Pulau dan aksi di depan Kantor DPRD dan Gubernur Sulsel.
Baca Juga : Ratusan Nelayan Gelar Aksi Parade Laut, Desak Pemerintah Batalkan Reklamasi Pulau Lae-lae
Pendamping KAWAL PESISIR Hasbi mengatakan, rencana Pemprov Sulsel melakukan reklamasi untuk pengembangan pariwisata, secara tegas ditolak warga Lae-lae. Bagaimana tidak, lahan tersebut adalah lokasi para nelayan menangkap ikan. Sehingga, akan menggerus ekosistem laut dan mata pencarian nelayan setempat.
"Ini adalah wujud sikap dari warga Pulau Lae-lae, yang bersama didampingi oleh Tim Kawal Pesisir, untuk menunjukkan sikap mereka menolak reklamasi,"tegas Hasbi.
Warga juga menilai bahwa sejak awal proyek reklamasi tersebut, perencanaannya tidak pernah melibatkan partisipasi warga secara bermakna, padahal warga pulau Lae-Lae yang akan terdampak secara langsung dengan adanya reklamasi tersebut.
Baca Juga : Reklamasi Lae-Lae Ancam Nasib dan Penghidupan Warga Pesisir
Berdasarkan daftar nama warga yang menolak rencana reklamasi, yang disebarkan warga bersama dengan Kawal Pesisir, dari 1.800-an warga di Pulau Lae-Lae, kurang lebih 1.500 warga telah menandatangani penolakan terkait dengan rencana reklamasi.
Sampai saat ini angka tersebut terus bertambah seiring dengan penolakan terhadap reklamasi yang semakin menguat,"jelasnya.
Sementara, salah seorang warga Pulau Lae-lae Dg. Bau mengaku, aksi yang dilakukan warga kali untuk kembali mempertegas bahwa siapa pun yang menjabar PJ Gubernur, warga tetap kekeh untuk menolak reklamasi dilakukan di wilayahnya.
Baca Juga : Reklamasi Pulau Lae-lae Segera Dilakukan
"Aksi kali ini mempertegas bahwa siapapun yg menjadi gubernur warga Lae-Lae tetap pada satu suara menolak keras Reklamasi Pulau Lae-lae, sampai kapanpun warga akan terus berjuang mempertahankan apa yang menjadi haknya, pemerintah harus mendengar rakyatnya. Sekali lagi tolak Reklamasi, tidak ada negosiasi,"ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News