0%
Senin, 23 Oktober 2023 22:12

DPRD Makassar Minta Pemkot Perhatikan Kualitas Infrastruktur Pemukiman Kumuh

Editor : Rahma
Int
Int

Masih banyak pemukiman yang terbilang kumuh tanpa ada peningkatan kualitas pembangunan.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Anggota DPRD Kota Makassar, Arifin Dg Kulle berharap pemerintah kota lebih memperhatikan peningkatan kualitas terhadap perumahan dan pemukiman kumuh di Kota Makassar.

Hal itu disampaikan Arifin Kulle saat Sosialisasi penyebarluasan Perda nomor 3 tahun 2020 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan dan Pemukiman Kumuh, di Hotel Royal Bay Makassar, Minggu (22/10/2023).

Arkul sapaan akrab Legislator Partai Demokrat ini menilai, masih banyak pemukiman yang terbilang kumuh tanpa ada peningkatan kualitas pembangunan.

Baca Juga : Sosialisasi Perda Lingkungan Hidup, Andi Tenri Minta Masyarakat Aktif Jaga Lingkungan

Terutama, kata Arkul, di Kampung Lepping Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, pemerintah mesti memberikan perhatian lebih terhadap wilayah tersebut.

"Saya mau tata kedepan yang namanya kampung lepping, Insya Allah kedepan kita akan berbenah di wilayah itu dengan membangun tata pemukiman yang bagus," ujarnya.

Dengan adanya Perda ini juga, kata dia, lebih mempermudah pemukiman yang ada di Kota Makassar bisa lebih berbenah keluar dari zona kumuh.

Baca Juga : Jelang Purnatugas, Danny Pomanto Ditemani Istri Pamit ke Ketua DPRD Makassar

Sementara itu, Lurah Jongaya, Muh Zulkifli Ghozali mengatakan setiap lingkungan yang kumuh sangat berpengaruh penting terhadap tumbuh kembang masyarakat.

"Khusus di kampung lepping termasuk pemukiman yang padat penduduknya, makanya perlu ada pencegahan seja dini bagaimana menjaga lingkungan kita," ucapnya.

Dari data yang ada sekarang, Zulkifli mengungkapkan kebanyakan pemukiman di Kota Makassar masih banyak kualitas infrastruktur drainase belum dibenahi.

Baca Juga : Curhat Warga Barombong ke Andi Tenri Uji: Tak Ada Pasar hingga Kesulitan Pupuk

"Insya Allah kedepan ini khususnya di kampung lepping semua drainasenya akan dibenahi, karena selama ini banyak yang mengeluh kalau hujan turun, makanya harus kompak untuk membenahi wilayah kita," ungkapnya.

Sekretaris DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sulsel, Muh Ishak menambahkan yang nanya pemukiman kumuh adalah bangunan tidak teratur, kemudian terkait dengan sisi jalan.

"Jalan itu ketika ukurannya sempit, apabila mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk maka dianggap sebagai suatu pemukiman kumuh," jelasnya.

Baca Juga : Reses Hari Kedua, Andi Tenri Uji Bahas Pelatihan UMKM hingga Krisis Air PDAM

Kemudian menurut Ishak, drainase adalah daerah milik jalan, dia tidak bisa menghalangi proses ketika dilakukan perubahan, jadi bukan milik rumah warga yang masuk dalam sarana penunjang perumahan.

"Jadi tujuh indikator ini kenapa dikatakan suatu wilayah dianggap kumuh, terkait masalah bangunan, jalan, drainase, sampah, air, dan lainnya," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer