PORTALMEDIA.ID, WAJO - Pemerintah Provinsi Provinsi Sulsel dan Pemerintah Kabupaten Wajo kompak panen raya cabai untuk menekan angka inflasi, khusus di Provinsi Sulsel. Panen dilakukan di sawah tadah hujan, di Desa Loa, Kecamatan Tana Sitolo, Jumat, 3 November 2023.
Hadir Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, Bupati Wajo Amran Mahmud, Anggota DPRD Sulsel Andi Ansari Mangkona, Andi Nurhayati, Henny Latif dan seluruh rombongan lainnya.
Para petani memanfaatkan air sungai sebagai sumber air untuk tanaman cabai. Hasil panen para petani, dikirim ke pasar induk, Jakarta, bahkan sampai luar negeri.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026
Sebelumnya, Pj Gubernur Sulsel dan seluruh rombongan menanam pisang cavendish, cabai dan nanas di lingkungan Watang Macanang, Desa Macanang, Kecamatan Majauleng.
Bahtiar mengaku sangat senang karena disuguhkan dengan panen cabai yang sungguh luar biasa, yang ada di Kabupaten Wajo, dengan memanfaatkan sungai di sekitar sini.
"Jadi Pak Bupati kita ini kreatif, dua minggu yang lalu saya ketemu sama beliau, kami ini masih ada air di sungai-sungai yang ada di Wajo," katanya.
Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov
Ini sudah terbukti, masyarakat sukses memanfaatkan lahan untuk menanam cabai. "Di saat seluruh daerah di Indonesia terkenal inflasi gara-gara cabai, nah di sini justru panen. Ini luar biasa Pak Bupati kita," tuturnya.
"Bahkan cabai ini dikirim ke Jawa. Saya dengar laporan Pak Bupati dan kepala dinas pertanian dikirim pakai pesawat di Pasar Induk Jakarta," sebutnya.
Sementara itu, Kepala Desa Loa, Sumardi, mengaku, masyarakat setempat memang gemar menanam cabai sebagai salah satu aktivitas pertanian wajib usai menanam padi.
Baca Juga : Pemkab Pinrang Terima Bantuan Pemprov Sulsel untuk Korban Angin Kencang di Larinsang
"Saya sendiri sebagai petani. Jadi warga memang sudah cinta akan tanaman cabai, dia tidak menganggap dirinya berkebun kalau tidak menanam cabai. Masyarakat disini tanpa disampaikan dia akan menanam sendiri. Ini adalah swadaya masyarakat," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News