Sementara Taufan Pawe sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel tidak hadir saat itu, karena tidak mendapat undangan dari panitia acara berjuluk Halalbihalal kader Golkar dan relawan Airlangga Hartarto. Justru Bendara Golkar Sulsel, Ina Kartika Sari terlihat dalam acara tersebut.
Di acara tersebut, secara terbuka NH menyebut struktur kepengurusan Golkar Sulsel masih dipertanyakan karena bermasalah di Mahkamah Partai. “Kenapa saya tidak menggunakan struktur partai? Karena struktur di Sulsel masih bermasalah secara hukum,” kata NH, dalam acara tersebut.
Baca Juga : Jika Musda Diulur, Golkar Sulsel Terancam Tak Solid di Pemilu 2029
NH bahkan tidak pernah menyebut nama Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel sekalipun yang diisukan bakal maju di Pilgub 2024.
Pengurus elite DPP itu justru mendukung dan mendorong IAS maju di pilgub Sulsel dengan kendaraan Golkar.
“Golkar Indonesia, Airlangga Presidenku, IAS Gubernurku, itu doa semoga Allah mendengar dan diijabah,” kata NH di depan ribuan kader Golkar.
Baca Juga : Muhidin Titip Golkar Sulsel ke Rahman Pina
Bagi NH, IAS adalah orang yang terbuka dan orang yang mau jadi pemimpin.
Sempat Muncul Wacana Musdalub Golkar
Sejak resmi menjadi Ketua Golkar Sulsel hingga dilantik muncul isu Musyawarah Luar Biasa (Musdalub) untuk menganti Taufan Pawe sebagai ketua DPD I Golkar Sulsel.
Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Hasrullah menilai proses politik sejak pasca musda Golkar di Jakarta tahun 2020 lalu sampai tidak menunjukkan hasil positif.
Baca Juga : DPR Dorong Grand Design Terpadu Pemulihan Aceh–Sumatera Pasca Bencana
Dia membandingkan pola kepemimpinan Taufan Pawe dengan pendahulunya, seperti Amin Syam, Syahrul Yasin Limpo (SYL), Nurdin Halid yang mampu merangkul seluruh faksi-faksi yang ada dan dijadikan sebuah kekuatan politik
“Saya melihat ada perbedaan sangat jauh dari kepemimpinan yang dulu, seperti di zaman Amin Syam, SYL dan NH, mereka semua mampu dapat merangkul seluruh faksi-faksi yang ada, sehingga penyatuan faksi dijadikan kekuatan besar, namun itu tidak terlihat dalam proses kepemimpinan di partai Golkar saat ini, ” katanya
Apalagi ruang komunikasi Ketua Golkar Sulsel dengan perangkat organisasi serta strukturnya termasuk dengan sejumlah para senior Golkar tidak terjalin dengan baik, dan jelas itu akan membahayakan partai Golkar sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News