0%
Kamis, 04 Agustus 2022 19:26

Konflik Golkar Sulsel, Pakar: Bukan Perkara Hukum, Tapi Amankan Kepentingan Politik

Penulis : Gita Oktaviola
Editor : Azis Kuba
Nurdin Halid dan Taufan Pawe
Nurdin Halid dan Taufan Pawe

Nurdin Halid memanfaatkan untuk memperkuat posisi dan Taufan Pawe memanfaatkan untuk meraih simpatik dalam mempertahankan posisi sebagai Ketua Golkar Sulsel.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto, beranggapan jika polemik yang terjadi di internal kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulsel bukan pelanggaran hukum, tapi upaya mengamankan kepentingan politik.

Saat dikonfirmasi Portalmedia.id, pada Kamis (4/8/2022), Ali Armunanto menuturkan, perseteruan di internal Golkar Sulsel adalah komoditas politik yang dimanfaatkan oleh masing-masing kubu untuk saling melengserkan satu sama lain, yakni kubu Nurdin Halid (NH) dan kubu Taufan Pawe (TP).

"Komoditas politik ini dimanfaatkan oleh Nurdin Halid untuk memperkuat posisi, dalam upaya melengserkan Taufan Pawe dan Taufan Pawe juga menggunakan laporannya sebagai komoditas politik untuk meraih simpatik dalam rangka mempertahankan posisi masing-masing. Jadi, saya tidak melihat ini murni sebagai pelanggaran hukum tetapi dimensi politik," jelasnya.

Baca Juga : Jika Musda Diulur, Golkar Sulsel Terancam Tak Solid di Pemilu 2029

Ali juga menjelaskan, kisruh yang berujung saling lapor ini akan terus berlanjut sampai ada yang mengaku kalah dan menyerah.

"Ini akan berlanjut, saya melihat NH menghadirkan tokoh baru untuk menggantikan Taufan Pawe dan Taufan Pawe masih keukeh untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin partai Golkar. Nah, kalau kita liat posisinya seperti ini, masih sama-sama dominan. Maka, ini akan terus berlanjut. Kecuali ada satu pihak yang kemudian kalah tersingkirkan dan itu sudah akan terhenti disitu," terangnya.

Lebih lanjut, Ali mengatakan konsolidasi politik akan mempengaruhi proses integrasi nantinya. Karena itu, masalah ini harus segera diselesaikan. Apakah Taufan Pawe tetap menjabat atau ada opsi pergantian.

Baca Juga : Muhidin Titip Golkar Sulsel ke Rahman Pina

Menurut amatannya yang terpenting setelah itu harus secepatnya dilakukan proses konsolidasi.

"Setelah proses konsolidasi integrasi kekuatan politik dilakukan, maka setelah itu baru kemudian massa - massanya bisa dimobilisasi. Kalau sekarang apa yang mau dikonsolidasikan kalau mereka bertengkar terus ," tutupnya

Sebelumnya diberitakan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) sementara mengumpulkan bukti terkait dua laporan yang dibuat dua elit politik Partai Golkar Sulsel yakni kubu dari Nurdin Halid (NH) dan Taufan Pawe (TP).

Baca Juga : DPR Dorong Grand Design Terpadu Pemulihan Aceh–Sumatera Pasca Bencana

Dirkrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Helmi Kwarta mengatakan, laporan yang dilayangkan dua elit politik ini sementara masih berproses di Polda Sulsel.

"Dua laporan itu sementara diproses. Pemeriksaan belum yah, baru klarifikasi. Jadi standar pemeriksaan dimulai dari alat bukti dulu. Keterangan saksi, kemudian bukti petunjuk apa saja. Kalau memang dibutuhkan keterangan ahli untuk memperkuat dugaan itu," jelas Helmi kepada wartawan saat dikonfirmasi, Kamis (4/8/2022) pagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer