0%
Rabu, 13 Desember 2023 09:13

Kominfo Sebut Gen Z Tak Perlu Khawatir dengan AI karena Bisa Lahirkan Profesi Baru

Editor : Azis Kuba
Kominfo Sebut Gen Z Tak Perlu Khawatir dengan AI karena Bisa Lahirkan Profesi Baru
ist

Inovasi teknologi justru bisa menciptakan lapangan kerja baru.

PORTALMEDIA.ID — Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria meminta generasi milenial dan Gen Z tak perlu khawatir soal potensi kecerdasan buatan (AI) mengambil pekerjaan mereka.

Nezar meyakini masa depan masih akan banyak pekerjaan yang membutuhkan tenaga manusia seiring perkembangan teknologi.

Nezar mengatakan bahwa perkembangan teknologi tak selalu membuat hilangnya pekerjaan. Di sisi lain, inovasi teknologi justru bisa menciptakan lapangan kerja baru.

Baca Juga : Provinsi Sulsel Siap Jadi Pilot Project Penerapan AI

"Kekhawatiran kita sebetulnya lebih ke arah ancaman terhadap kemanusiaan tapi kalau di lapangan kerja selalu ada pekerjaan-pekerjaan baru yang terbuka dengan adanya inovasi teknologi," kata Nezar dalam podcast What The Fact! Startech CNN Indonesia, Senin (11/12/2023).

Ia mencontohkan bagaimana saat tahun-tahun awal penemuan radio dan televisi belum banyak profesi yang ditemukan. Namun, setelahnya mulai berkembang profesi seperti operator radio maupun kameramen.

Hal tersebut, menurut Nezar, juga bisa terjadi ketika teknologi AI berkembang dengan pesat di masa depan.

Baca Juga : Uni Eropa Sahkan Undang-Undang AI

"Jadi ada begitu banyak pekerjaan yang mungkin akan dibutuhkan. Makannya yang harus diatur adalah tata kelola desain, pengembangan, sampai dengan pemakaian AI, nah ini yang dibutuhkan satu regulasi setidaknya memitigasi satu risiko yang bakal muncul," ujarnya.

Lebih lanjut, Nezar mengatakan bahwa untuk mengembangkan teknologi di Indonesia juga memerlukan sumber daya manusia yang mumpuni. Hal ini, kata dia, bisa jadi celah untuk membuka lapangan pekerjaan baru.

Pasalnya, untuk mengembangkan teknologi AI perlu big data yang cukup besar. Menurut Nezar hal itu baru bisa tercapai jika SDM-nya terpenuhi.

Baca Juga : Enggan Terseret Ancaman AI, Sejumlah Dosan ITB Nobel Ikut Pelatihan

"Untuk menopang satu transformasi digital sepeerti di Indonesia, talent-nya perlu banyak lagi. Kita setidaknya memelurkan 9 juta orang yang cakap secara digital di tahun 2023, yang sudah ngerti apa itu data science, apa itu big data, mengoperasikan cloud computing dan lain sebagainya masih kurang," ujar dia.

"Dan Kominfo membuat program digital talent scholarship itu nanti buat anak-anak ya. Kita belum sampai ke sana, sejuta aja belum yang jadi digital talent-nya, baru 400 ribuan. Kita masih punya waktu sekitar tujuh tahun," imbuh dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer