PORTALMEDIA.ID — Seorang pria warga Rusia yang terbang dengan pesawat dari Denmark ke Los Angeles pada November lalu tanpa paspor atau tiket. Ia mengaku tidak ingat bagaimana ia bisa lolos pemeriksaan keamanan di Eropa.
Ini disampaikan dalam pengaduan federal yang diajukan oleh FBI. Dia pun telah didakwa dengan kejahatan federal.
Sergey Vladimirovich Ochigava, 46 tahun, tiba di Bandara Internasional Los Angeles pada tanggal 4 November dengan menggunakan pesawat Scandinavian Airlines nomor penerbangan 931 dari Kopenhagen.
Baca Juga : Iran Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi dengan Rusia dan Tiongkok, Isu Nuklir Jadi Fokus Utama
Kompas melansir pemberitaan Guardian, dia awalnya mengatakan kepada pihak berwenang bahwa paspornya tertinggal di pesawat yang ditumpanginya.
Sementara petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) AS tidak dapat menemukan Ochigava dalam manifes penerbangan atau penerbangan internasional lainnya, dalam pengaduan yang diajukan pada 6 November di pengadilan federal Los Angeles.
Dia didakwa menjadi penumpang gelap di pesawat dan mengaku tidak bersalah dalam dakwaan pada 5 Desember. Persidangan dijadwalkan pada 26 Desember.
Baca Juga : Medvedev Sebut Sejumlah Negara Siap Pasok Senjata Nuklir ke Iran, Peringatkan AS soal Perang Besar
Ochigava tidak memiliki paspor atau visa untuk masuk ke AS, namun petugas bea cukai menemukan identitas Rusia dan Israel di dalam barang bawaannya.
Namun, pengaduan yang dituduhkan kepadanya tidak menyebutkan soal kewarganegaraan atau apakah ia berkewarganegaraan ganda.
Petugas juga menemukan sebuah foto di ponselnya yang sebagian menunjukkan paspor yang berisi nama, tanggal lahir, dan nomor paspor, tetapi tidak ada fotonya, kata mereka.
Baca Juga : Presiden Suriah Assad Kabur ke Rusia
Awak pesawat mengatakan kepada para penyelidik bahwa selama keberangkatan pesawat, Ochigava duduk di kursi yang seharusnya kosong.
Setelah keberangkatan, dia terus berkeliaran di sekitar pesawat, berpindah-pindah tempat duduk dan mencoba berbicara dengan penumpang lain yang mengabaikannya, menurut pengaduan tersebut.
Dia juga meminta dua kali makan ketika pramugari menyajikan makanan untuk penumpang, dan dia diduga mencoba memakan cokelat milik awak kabin.
Baca Juga : Tentara Ukraina Tak Percaya Janji Trump Akhiri Perang Rusia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News