PORTALMEDIA.ID - Jokowi telah menyatakan presiden boleh berpihak dan kampanye di Pilpres 2024. Publik pun menduga-duga, ini semakin mengarah ke duet 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Jokowi sudah membantah. Katanya, apa yang disampaikannya adalah fakta terkait UU Pemilu Nomor 17 tahun 2007.
Namun di sisi lain, PDIP menilai apa yang disampaikan Jokowi bisa bermakna bermain di ranah abu-abu. Jokowi, katanya, bermain di atas ranjau politik.
Baca Juga : Jokowi Pakai Passapu di Rakernas PSI
"Pak Jokowi seperti sedang bermain di antara rambu-rambu dan ranjau-ranjau politik. Standar dan kualitas etis dari orang-orang terdekatnya akan mewarnai putusan yang akan diambil," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno, Selasa (30/1/2024).
"Sekaligus torehan sejarah seperti apa yang akan dicatat dalam perjalanan keadaban publik Indonesia di masa depan," imbuhnya.
Kata Hendrawan, apa yang dilakukan Jokowi bisa disebut cawe-cawe. Bahkan cenderung berlebihan.
Baca Juga : Puan Tegaskan Peran PDIP sebagai Penyeimbang yang Berpihak pada Rakyat
"Demonstrasi cawe-cawe yang kebablasan dan berselimut kepentingan pribadi, akan melahirkan resesi atau regresi demokrasi," tutur dia.
Menurutnya, Jokowi sedang risau. Sehingga pernyataannya belakangan menuai pro dan kontra.
"Jokowi akhir-akhir ini sering menimbulkan pro-kontra, sering bercampur aduk muatannya, antara kepentingan pribadi dan aspirasi implementasi konstitusi," ujarnya.
Baca Juga : PDIP Gelar Rakernas I Bertepatan HUT ke-53 pada 10–12 Januari
"Ada nada kerisauan dan pergulatan psiko-kultural yang sedang dialaminya," tutup dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News