PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Forum Rektor Indonesia (FRI), menyikapi dinamika maraknya pernyataan sikap di kampus jelang Pemilu 2024. Seperti yang yang dilakukan Forum Guru Besar dan Dosen Universitas Hasanuddin (UNHAS).
Ketua FRI, Prof Dr Nurhasan mengatakan, sebagai wadah komunikasi lintas perguruan tinggi (PT), tentu FRI menghargai kebebasan berpendapat, sebagai bagian dari otonomi kampus dan dijamin undang-undang.
Namun sebut Rektor Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ini, selama semua itu masih dalam koridor kebebasan akademik, obyektif, didasari nilai-nilai etika akademik dan untuk kebaikan bangsa Indonesia.
"Yang tidak boleh jika kebebasan berpendapat sudah mengarah pada sikap tendensius, menghujat, memfitnah, menghasut yang jauh dari nilai-nilai etika akademik. Apalagi sampai anarkis, " sebut Nurhasan saat FRI deklarasi pemilu damai di UNHAS, Sabtu (3/2/2024) malam.
Adapun lima poin dalam deklarasi yang diserukan FRI:
1. Mengajak segenap komponen bangsa untuk menyukseskan Pemilu 2024 yang aman dan damai.
2. Menolak segala bentuk upaya provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan serta tindakan yang mencederai pesta demokrasi.
3. Bersama-sama menangkal berita hoax dan ujaran kebencian yang dapat mengganggu jalannya Pemilu 2024.
4. Warga negara yang mempunyai hak pilih, agar menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani dan tidak golput. Kita harus menghargai perbedaan pilihan setiap orang.
5. Kampus bukan tempat memecah belah, sebaliknya kampus menjaga kondusifitas dan turut memberikan edukasi kepada komponen bangsa demi terciptanya Pemilu yang jujur, adil, aman, dan damai.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News