PORTALMEDIA.ID -- Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto minta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Panjaitan lebih memperhatikan terkait kontrak pembelian nikel oleh perusahaan Tesla, milik Elon Musk. Pasalnya, transaksi itu terjadi antara Tesla dengan perusahaan China yang berdiri di Indonesia.
Mulyanto mengatakan transaksi terjadi bukan dengan perusahaan Indonesia langsung. Sehingga semua keuntungan transaksi itu akan masuk ke kantong perusahaan China.
Sementara Pemerintah Indonesia hanya kebagian untung dari industri smelter yang menghasilkan produk nikel setengah jadi.
Baca Juga : Daftar 10 Orang Terkaya Dunia per Desember 2025, Elon Musk Teratas
"Apa yang dibanggakan oleh Menko Marves beberapa waktu lalu tidak tepat. Karena faktanya Tesla itu bertransaksi dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co dan CNGR Advanced Material Co. Keduanya perusahaan China yang berdiri di Indonesia," ujar Mulyanto dalam keterangan persnya, Rabu (10/8/2022).
Sebaliknya, menurut Politisi dari Fraksi PKS ini, Pemerintah Indonesia harusnya prihatin dengan kondisi tersebut. Sebab material yang dijual-belikan dalam kontrak miliaran dolar Amerika tersebut merupakan bahan baku produk berbasis sumber daya alam Indonesia.
Namun karena sudah menjadi wilayah pengelolaan perusahaan China maka Indonesia tidak dapat mengambil nilai lebih lagi dari transaksi tersebut. Kecuali kalau Tesla bangun pabrik baterai atau mobil listrik di Indonesia. Hal ini tentu akan berbeda nilai tambahnya bagi Negara kita.
Baca Juga : Tesla Tawarkan Paket Gaji Rp 16,4 Kuadriliun untuk Elon Musk
"Kasus ini harusnya menyadarkan pihak Pemerintah Indonesia betapa pentingnya program hilirisasi nikel. Pemerintah harus serius menuntaskan program ini agar bangsa Indonesia memperoleh nilai lebih dari sumber daya alam yang dikelola. Jangan seperti sekarang hanya dapat menikmati hasil penjualan produk setengah jadi yang nilainya tidak seberapa," paparnya.
Selain itu, Mulyanto menyebut, transaksi Tesla dengan kedua perusahaan China ini menjadi bukti kegagalan lobi dagang Menko Marves dan Presiden Joko Widodo ke pemilik Tesla, Elon Musk beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
