0%
Selasa, 27 Februari 2024 11:39

Rapat Kabinet Jokowi Bahas Program Makan Siang Gratis Prabowo

Editor : Agung
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat kabinet di Istana Negara.
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat kabinet di Istana Negara.

Program tersebut mulai dibahas dalam rapat kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (26/2/2024).

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Program makan siang gratis yang digagas oleh capres dan cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masuk dalam pembahasan Rancangan Kerja Pemerintah (RKP).

Program tersebut mulai dibahas dalam rapat kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (26/2/2024).

Jokowi menggelar sidang kabinet paripurna di Istana Negara. Sejumlah menteri dan kepala lembaga hadir dalam rapat tersebut.

Baca Juga : Jokowi Pakai Passapu di Rakernas PSI

Seusai sidang kabinet, Menteri ATR Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pernyataan bahwa program makan siang gratis turut dibahas dalam rapat tersebut. Namun program itu tak dibahas secara detail.

"Ada (dibahas), saya lihat sepintas karena waktunya cukup singkat, tidak dibahas secara detail," ujar AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

AHY menjawab pertanyaan wartawan apakah program makan siang gratis turut dibahas atau tidak.

Baca Juga : Mantan Relawan Desak Jokowi Segera Bertobat

AHY mengatakan program makan siang gratis harus dihitung betul-betul. Hal itu dikarenakan program tersebut membutuhkan dana yang besar.

"Itu tentu harus dihitung secara seksama sehingga bisa di-deliver dengan baik, karena sekali lagi kalau tidak salah 83 juta (orang) yang akan diberikan makan siang gratis dan susu gratis itu tentu secara nominal cukup besar, bukan cukup, besar, besar," sambungnya.

Ia menambahkan program unggulan Capres Prabowo Subianto ini tidak hanya bertujuan untuk mengentaskan kelaparan dan gizi buruk. Namun juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Baca Juga : LISA Robot AI Milik UGM Hilang Setelah Sebut Jokowi Bukan Alumni UGM

"Program makan siang gratis termasuk susu tujuannya untuk menggerakkan ekonomi karena ada demand yang besar, akan ada permintaan terhadap bahan pokok pangan yang besar, karena bisa dibayangkan satu anak saja beras, nasi, lauk, sayur, buah, susu kalikan 83 juta jadi akan terjadi perputaran ekonomi di tingkat, daerah di tingkat lokal dan UMKM lokal kita tumbuh," lanjutnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer