PORTALMEDIA.ID - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku menerima laporan adanya dugaan kecurangan yang dilakukan dalam sistem Sirekap KPU.
Hasto mengatakan, Sirekap sempat sengaja dimatikan dan dugaan kecurangan Pemilu 2024 terjadi saat tak bisa diakses publik.
"Kami mendapatkan informasi yang sangat akurat dengan berbagai data-data yang lengkap bahwa ada upaya melakukan intersep terhadap hasil quick count dan itu secara sistematis dilakukan termasuk melalui Sirekap di mana dari Sirekap itu, program yang original yang sebenarnya pada tanggal 1 Februari sudah dinyatakan approve sudah di ACC dengan progress yang baik dengan sistem pengamanan melalui berbagai identifikasi," kata Hasto saat bertemu Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2024).
Baca Juga : Puan Tegaskan Peran PDIP sebagai Penyeimbang yang Berpihak pada Rakyat
"Kemudian ada upaya secara sengaja untuk melakukan perubahan dengan mematikan Sirekap secara sengaja dan itu berlangsung sampai jam 7 malam," tambah dia.
Hasto menuturkan saat Sirekap kembali bisa diakses, ada dugaan data C1 sudah dimanipulasi sedemikian rupa.
"Dan kemudian diaktifkan suatu Sirekap versi baru yang kemudian sangat dimungkinkan dilakukan berbagai bentuk manipulasi termasuk dengan menggunakan berbagai data-data C1," ucap Hasto.
Baca Juga : PDIP Gelar Rakernas I Bertepatan HUT ke-53 pada 10–12 Januari
Menurut Hasto, berdasarkan analisis sejumlah pakar, ada kecurigaan data C1 yang dimasukkan ke Sirekap tidak sepenuhnya murni berasal dari TPS.
"Yang kemudian juga berdasarkan analisis para pakar diragukan apakah itu C1 yang autentik yang berasal dari TPS atau suatu hasil C1 yang dibuat dengan hasil skenario berbeda," ucapnya.
Lebih lanjut, Hasto mengimbau masyarakat untuk tetap menyimpan bukti C1 yang diperoleh dari TPS. Sehingga, berkas itu bisa menjadi bukti otentik.
Baca Juga : PDIP Minta Kajian Mendalam Jika Sistem Pilkada Diubah
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang menyimpan C1 pda saat perhitungan di TPS selesai dilakukan, itulah yang nanti akan jadi pembanding dalam audit meta data C1 tersebut," tandas Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News