0%
Jumat, 01 Maret 2024 13:43

Belanja TKD di Sulsel Tembus Rp2,6 Triliun

Editor : Agung
Kepala Kanwil DJPb Sulsel Supendi, saat menggelar konferensi pers Kinerja APBN Anging Mammiri, di Ruang Rapat Kepala Kanwil DJPb Sulsel, Kamis (29/02/2024).
Kepala Kanwil DJPb Sulsel Supendi, saat menggelar konferensi pers Kinerja APBN Anging Mammiri, di Ruang Rapat Kepala Kanwil DJPb Sulsel, Kamis (29/02/2024).

Rincian belanja negara di Sulsel terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp712 miliar dan transfer ke daerah (TKD) senilai Rp2,6 triliun.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat realisasi APBN di Sulsel pada posisi akhir Januari sebesar Rp3,31 triliun, atau sekitar 6,12% dari pagu Rp54,1 triliun.

Demikian disampaikan Kepala Kanwil DJPb Sulsel Supendi, saat menggelar konferensi pers Kinerja APBN Anging Mammiri, di Ruang Rapat Kepala Kanwil DJPb Sulsel, Kamis (29/02/2024).

Menurut Supendi, rincian belanja negara di Sulsel terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp712 miliar dan transfer ke daerah (TKD) senilai Rp2,6 triliun.

Baca Juga : Neraca Perdagangan Surplus USD1,52 Miliar, Sulsel Disebut Tangguh Hadapi Pelemahan Ekonomi

"Realisasi BPP per Januari sudah sekitar 3,19% dari pagu. Sedangkan untuk TKD sebesar 8,18% dari total pagu," terang Supendi.

Lebih lanjut, Supendi mengatakan, realisasi pendapatan Sulsel per Januari 2024 baru mencapai Rp1,26 triliun, atau 7,51% dari total target.

Supendi menambahkan, untuk BPP di Sulsel difokuskan untuk percepatan penyelesaian infrastruktur prioritas, penyaluran bansos, dan dukungan persiapan pelaksanaan Pemilu 2024.

Baca Juga : DJPb Sulsel Puji Pengelolaan Penyaluran Dana Desa Pemkab Gowa

Sedangkan untuk dana TKD digunakan antara lain untuk gaji dan tunjangan kepada 74 ribu PNS/TNI/Polri, penghasilan 12 ribu PPPK dan penghasilan terhadap 11 ribu PPNPN termasuk komisioner KPU/Bawaslu.

Menurutnya, belanja pegawai naik karena adanya kenaikan tunjangan kinerja (tukin) pada beberapa kementerian/lembaga, belanja barang naik karena adanya persiapan pemilu.

Supendi menyebutkan untuk kinerja belanja barang sebesar Rp150 miliar atau 1,71% dari pagu sebesar Rp9,6 triliun. Kemudian pada belanja modal sebesar Rp20 miliar atau hanya 0,49% dari pagu. Sementara belanja sosial sebanyak masih nihil.

"Belanja modal turun karena pagu belanja modal tahun 2024, terutama di Kementerian PUPR, belanja sosial turun karena belum adanya penyaluran bantuan sosial yakni beasiswa untuk mahasiswa diawal tahun 2024," pungkasnya. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar