PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Hengkangnya Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Danny Pomanto ke PDI Perjuangan, rupanya tidak berefek negatif untuk Partai NasDem.
Sebaliknya, perolehan Partai NasDem di Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 naik signifikan. Baik itu di DPRD Provinsi maupun DPRD Kota.
Di DPRD Provinsi, partai besutan Surya Paloh ini sukses mendulang 17 kursi. Kemudian di DPRD Kota Makassar, NasDem menambah dua kursi dari sebelumnya enam menjadi delapan.
Baca Juga : Terpilih 3 Periode Pimpin PDIP Sulsel, Ini Pesan ARW
Itu artinya, Partai NasDem berhasil mengunci kursi Ketua DPRD Sulsel dan tetap menjadi Ketua DPRD Kota Makassar.
Adapun perolehan kursi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menjadi pelabuhan politik Danny Pomanto, turun. Baik di DPRD Sulsel maupun DPRD Kota Makassar.
Di DPRD Kota Makassar, PDIP meraih lima kursi atau turun satu kursi. Di Pemilu Legislatif 2019 lalu, PDIP mengunci enam kursi.
Baca Juga : Hasto Kristiyanto Tekankan Politik Moral dan Penguatan Basis di Konferda PDIP Sulsel
Tidak hanya kehilangan satu kursi, partai berlambang moncong putih ini juga harus rela melepas kursi pimpinan DPRD Kota Makassar.
Terlebih lagi di DPRD Sulsel, kursi PDIP lepas dua. Jika sebelumnya delapan kursi, namun hasil Pemilu 2024 tersisa enam kursi.
Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (IPI), Suwadi Idris Amir menilai, menjelang purna tugas sebagai Wali Kota Makassar, efek Danny Pomanto tentunya ikut tergerus.
Baca Juga : PDIP Sulsel Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Ratusan Kader Hadir Khidmat
Danny, sebut Suwadi, tidak lagi memiliki kekuatan besar untuk mendongkrak capaian partai politik di Pemilu Legislatif.
"Termasuk di Pemilu Presiden. Perolehan suara pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, sangat kecil. Padahal PDIP berharap masuknya Danny bisa berefek positif bagi partai dan capres yang diusung," terang Suwadi.
Dengan tidak tampaknya efek Danny di Pileg dan Pilpres, membuat dirinya agak berat mendapat kepercayaan parpol untuk berlaga di kontestasi Pilgub Sulsel 2024.
Baca Juga : Kolaborasi Internasional Warnai F8, Danny Ingin Jadikan Festival Arena Permanen
"Apalagi dengan selalu berpindah partai, tentu itu menjadi salah satu penilaian yang kurang bagus. Selain hasil Pileg sendiri," kata Suwadi.
"Jadi kalau Danny mau bertarung di Pilgub Sulsel sebaiknya mempersiapkan diri lewat jalur independen," lanjutnya.
Menurut Suwadi, kontestasi Pilgub Sulsel akan menghadirkan pertarungan tiga poros tokoh besar. Yakni: poros Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, poros Golkar dengan Nurdin Halid, Ilham Arief Sirajuddin, dan Taufan Pawe.
Kemudian, poros ketiga kekuatan besar Rusdi Masse bersama Partai NasDem yang sukses di Pemilu Legislatif (Pileg) 2024.
"Kalau saya melihatnya saat ini, Danny belum bisa dipastikan ikut di arena Pilgub Sulsel. Tapi, kita lihat saja kedepannya," kunci Suwadi.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News