0%
Kamis, 14 Maret 2024 19:51

4 Orang Jadi Korban Kebuasan Harimau, TSI Terjunkan Sniper

Editor : Alif
4 Orang Jadi Korban Kebuasan Harimau, TSI Terjunkan Sniper
ist

Tim rescue yang terdiri dari 4 orang ini masing-masing punya keahlian khusus dalam menangani binatang buas seperti harimau.

PORTALMEDIA.ID - Empat orang Tim Rescue Harimau dari Taman Safari Indonesia (TSI) dikerahkan untuk bantu pencarian dan penangkapan harimau sumatera.

Hewan buas itu belum lama ini menerkam empat orang warga Kabupaten Lampung Barat yang dua di antaranya tewas.

Tim rescue yang terdiri dari 4 orang ini masing-masing punya keahlian khusus dalam menangani binatang buas seperti harimau.

Baca Juga : Desy Ratnasari Minta Peluang Setara bagi Prajurit Perempuan di Satuan Penerbangan

Keahlian tersebut seperti sniper atau penembak obat bius, pawang harimau sebagai pakar telepati harimau, ahli peta dan dokter hewan.

Mereka memiliki jam terbang cukup tinggi dalam penanganan harimau. Salah satu anggota TSI mengatakan saat menjalankan misi pencarian hewan buas tersebut dibantu dengan tim satgas yang sudah dibentuk.

Kata dia, pihaknya mengimbau warga sekitat untuk mensterilkan lokasi yang dianggap sebagai zona teritorial dari harimau.

Baca Juga : Polri Perluas Direktorat PPA-PPO untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

"Kami pernah menangani beberapa konflik manusia dengan harimau. Dan, kebetulan salah satu dari kami dulu pernah menangani konflik harimau dengan manusia di Talang 5 dan Kebun Tebu Sumber Jaya, Lampung Barat. Saya lupa tahunnya, dan Alhamdulillah dapat tertangkap," kata Anggota TSI tersebut, di Bandar Lampung, Kamis (14/3/2024).

Dalam upaya penangkapan harimau tersebut, tim rescue ini juga sudah menyiapkan trik khusus seperti membuat box trap atau kandang jebakan. Perangkat kandang jebakan itu dibuat dari papan atau dibuat senatural mungkin.

"Jika menggunakan kandang jebak dari besi, kurang efektif. Karena naluri harimau tidak mau memasuki kandang yang terbuat dari bahan besi atau logam," jelasnya.

Baca Juga : Minim Sosialisasi, DPR Minta KUHP dan KUHAP Baru Lebih Dikenalkan ke Publik

Selain itu, disiapkan langkah menembak bius jika dimungkinkan untuk menangkap hewan buas tersebut.

"Semoga kali ini tim kami juga dapat secepatnya menangkap harimau di Suoh," ujarnya.

Sementara, Kapolres Lampung Barat, AKBP Ryky Widya Muharam merespons positif tim rescue dari Taman Safari Indonesia. Menurut dia, dengan kedatangan tim ini bisa bertindak cepat dan segera membuat trik jitu agar harimau bisa segera tertangkap dan tidak kembali memakan korban.

Baca Juga : Sempat Kabur ke Semak-semak, Pelaku Perampokan Akhirnya Ditangkap Polisi

Dia menaruh harapan besar dengan kedatangan tim tersebut dalam menangani konflik manusia dengan harimau di Suoh.

"Karena sampai saat ini sudah ada 4 korban serangan harimau. Dua orang meninggal dunia dan dua lainnya selamat," kata AKBP Ryky.

Diketahui, empat korban diterkam harimau sumatera di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dalam kurun waktu 8 Februari 2024 hingga 11 Maret 2024.

Baca Juga : Pura-pura Belanja, Dua Emak-emak Gasak Dua Lusin Pakaian di Butik Makassar

Dari empat korban itu, dua di antaranya tewas. Kedua korban tewas yakni atas nama Gunarso (47) dan Sahri (28), sedangkan dua korban yang selamat yakni Anwar (34) dan Samanan (41).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer