0%
Selasa, 09 April 2024 14:03

Hingga Februari, Sektor Jasa Keuangan di Sulampua Tumbuh Positif

Editor : Agung
Kepala OJK Sulselbar, Darwisman
Kepala OJK Sulselbar, Darwisman

Pada posisi Februari 2024, kinerja industri perbankan di wilayah Sulampua berhasil mencatat pertumbuhan.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR-- Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menilai, stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2024 sebesar 5,05% (yoy) dibandingkan pada tahun 2023 yang tumbuh sebesar 5,31% (yoy).

Pertumbuhan itu didukung dengan kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua), yang menunjukkan pertumbuhan positif di awal tahun 2024.

Kepala OJK Sulselbar, Darwisman mengatakan, pada posisi Februari 2024, kinerja industri perbankan di wilayah Sulampua berhasil mencatat pertumbuhan.

Baca Juga : OJK Konsisten Dukung Pemberantasan Judi OnlineĀ 

Adapun total aset, DPK dan kredit masing-masing tumbuh sebesar 7,37%, 5,20% dan 9,81% (yoy) dengan tingkat intermediasi loan to deposit ratio (LDR) sebesar 126,65% dan non performing loan (NPL) yang terjaga di angka 2,70%.

"Kinerja yang baik ini juga mencerminkan daya tahan industri perbankan yang tetap stabil dalam menghadapi berakhirnya restrukturisasi kredit perbankan sebagai dampak covid-19 pada 31 Maret 2024," ujar Darwisman.

Sementara pada sektor pasar modal, terdapat pertumbuhan Single Investor Identification (SID) yang signifikan di wilayah Sulampua.

Baca Juga : Saldo 34 Nasabah di Mamuju Raib, Bank Sulselbar Janji Kembalikan

Dimana pada posisi Februari 2024 tumbuh sebesar 40,94% (yoy) atau mencapai 799.903 SID. Instrumen investasi masih didominasi oleh Reksadana dengan porsi dan pertumbuhan tertinggi, sementara SBN mengalami pertumbuhan terendah jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya.

Kemudian, perkembangan industri keuangan non-bank (IKNB) di wilayah Sulampua juga turut menunjukkan pertumbuhan pada posisi Januari 2024 (yoy).

Hal ini tercermin dari total piutang perusahaan pembiayaan yang tumbuh sebesar 15,36% menjadi 40,71 triliun, total pembiayaan modal ventura tumbuh sebesar 10,87% menjadi Rp692 miliar, total aset dana pensiun tumbuh 12,74% menjadi Rp3,59 triliun.

Kemudian total outstanding pinjaman yang tumbuh sebesar 33,21% menjadi Rp3,16 triliun, dengan tingkat wanprestasi yang terjaga yaitu sebesar 1,55%. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar