PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR- Orang tua siswa yang tergabung dalam massa perwakilan siswa-siswa SMAN/SMKN se Kota Makassar didampingin Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Pergerakan Mahasiswa (OPM) menggelar aksi demonstrasi di Rumah Jabatan(Rujab) Rujab Wakil Gubernur Sulsel,Jalan Yusuf Daeng Ngawing Makassar, Senin (15/8/2022) siang.
Mereka menuntut Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengevaluasi jajaran pejabat yang ada di Dinas Pendidikan, termasuk 15 kepala sekolah SMA/SMK di Makassar.
Jenderal Lapangan OPM, Saddam Husein dalam orasinya menyebut ada indikasi dugaan manipulasi pengadaan anggaran server penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun anggaran 2022/2023 dengan berkisaran anggaran 2,3 Miliyar lebih di Dinas Pendidikan Provensi Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Momentum Peringatan 356 Sulsel, Andi Sudirman Tampilkan Bukti Nyata Efisiensi Rp1,4 Triliun dan Pemerataan
Termasuk kata dia indikasi kecurangan saat PPDB di 15 solah negeri di Makassar, dimana kata dia telah merugikan para siswa.
"Dugaan pungutan liar (pungli) di SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, SMAN 7, SMAN 9, SMAN 16, SMAN 20, SMAN 21, SMAN 22 dan SMKN 2, SMKN 4 dan SMKN 5," ungkapnya.
Oleh sebab itu, sebagai bentuk penengakan supremasi hukum maka DPP Organiasasi Pergerakan Mahasiswa (OPM) menyatakan sikap dan meminta sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) di Kota Makassar dicopot.
Baca Juga : Mendagri Tito Karnavian Tekankan Penguatan Ekonomi Daerah dan Stabilitas Keamanan di Sulsel
Saat aksi mereka juga sempat dihalau oleh puluhan petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi agar tidak mendekat ke Rujab Wakil Gubernur Sulsel.
Sebagaimana diketahui, perwakilan beberapa siswa-siswi SMAN/SMKN se Kota Makassar beserta orang tua dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Pergerakan Mahasiswa (OPM) menggelar aksi unjuk rasa di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Jalan Yusuf Daeng Ngawing Makassar, Senin (15/8/2022) siang.
Mereka mendesak Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman untuk segera mencopot jabatan Kadis Pendidikan Sulsel, Setiawan Aswad, Sekdis Pendidikan Sulsel, Harpansa, dan Kabid Pembinaan SMAN Disdik Sulsel, Asqar.
Baca Juga : Temui Massa Aksi, Gubernur Andi Sudirman Imbau Masyarakat Menahan Diri dan Jaga Sulsel
Beberapa massa aksi diantaranya juga membawa kertas dengan bertuliskan 'Bapak Gubernur Sulsel H Andi Sudirman ST, Saya Mau Sekolah'.
Adapun sejumlah tuntunan yakni :
l. Mendesak Gubernur sulsel mencopot Kadis Pendidikan Sulsel, Sekdis Pendidikan Sulsel, Kabid Dikmen SMAN Disdik Sulsel.
Baca Juga : Jelang Muswil VI, PKS Sulsel Silaturahim dengan Gubernur Andi Sudirman
2.Mendesak Gubernur Sulsel mencopot Kepala Sekolah di SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, SMAN 7, SMAN 9, SMAN 16, SMAN 20, SMAN 21, SMAN 22 dan SMKN 2, SMKN 4 dan SMKN 5.
3.Mendesak Gubernur segera mencabut nama-nama yang sudah diserahkan oleh Kabid Dikmen Disdik Sulsel ke setiap Sekolah SMAN/SMKN se Kota Makassar yang berkisaran kurang lebih ribuan calon siswa baru tambahan jalur offline karena bertentangan dengan Permendikbud tentang penambahan jumlah kelas .
4.Mendesak Gubernur Sulsel mecopot Kadis, Sekdis, Kabid Dikmen SMAN karena tahun ini gagal total melaksanakan PPDB karna tidak maksimal bahkan sangat merugikan bagi warga Kecamatan Makassar , Wajo, Kepulauan Sangkarrang yang belum memiliki SMAN, bahkan merugikan calon peserta didik karena PPDB jalur onlien hanya membirikan kesempatn 2 kali mengikuti seleksi padahal tahun sebelumnya sampai 4 kali kesempatan dan terkhusus jalur zonasi tidak tepat dalam menentukan titik .
Baca Juga : Gubernur Sulsel Silaturahmi dengan Keluarga Pahlawan dan Veteran Pejuang Kemerdekaan RI
5. Mendesak Kejati Sulsel mengusut dugaan penyalaguaan APBD pengadaan server PPDB online tahun ajaran 2022-22023 dan mengusut dugaan pungli kuran lebih 2000 siswa SMAN/SMKN.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News