PORTALMEDIA.ID - Ketua DPP PDIP, Djarot Syaiful Hidayat mengatakan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDIP yang digelar pada 24-26 Mei di Jakarta tak akan mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu dikarenakan PDIP akan fokus pada pembahasan mengenai sikap politik, strategi pilkada serentak, dan lainnya. Sehingga, hanya peserta internal dari DPP, DPD, hingga DPC yang akan diundang dalam Rakernas tersebut.
Djarot pun berkelakar jika tak diundangnya Jokowi dalam Rakernas itu dikarenakan jadwalnya sebagai Presiden yang sangat padat.
Baca Juga : Puan Tegaskan Peran PDIP sebagai Penyeimbang yang Berpihak pada Rakyat
"Kenapa karena beliau sangat sibuk dan menyibukkan diri. Jadi ini hanya internal PDIP pesertanya internal PDIP," papar Djarot.
"Jadi ini hanya untuk internal PDIP dan pesertanya internal PDIP gitu ya," sambungnya.
Djarot mengungkapkan Rakernas yang mengangkat tema 'Satya Eva Jayate' yang berarti Kebenaran Pasti Menang itu diadakan di tengah keprihatinan atas bekerjanya sisi gelap kekuasaan melalui manipulasi-manipulasi hukum.
Baca Juga : PDIP Gelar Rakernas I Bertepatan HUT ke-53 pada 10–12 Januari
"Penggunaan sumber daya negara dan alat-alat negara serta berbagai upaya lain yang mengerdilkan demokrasi yang sering disebut beberapa pengamat sedang memasuki kegelapan demokrasi," ujar Djarot.
Djarot melanjutkan dalam pelaksanaan Rakernas V itu pihaknya menafsirkan meritrokasi dan supremasi hukum dibandingkan demokrasi yang prosedural.
Yang mana, dasar kekuasaan melahirkan praktik-praktik kecurangan pemilu yang kemudian disampaikan oleh tiga hakim Mahkamah Konstitusi dengan dissenting opinion.
Baca Juga : PDIP Minta Kajian Mendalam Jika Sistem Pilkada Diubah
"Atas dasar tersebut maka rakernas PDIP mengeluarkan agar seluruh kekuatan tiga pilar partai yaitu struktur partai eksekutif dan legislatif untuk bersama-sama menganalisis membahas beberapa hal terkait dengan tiga hal yang akan dibahas. Yang pertama tentang sikap dan posisi politik PDI Perjuangan, kedua tentang program program kerakyatan, dan ketiga tentang strategi pemenangan Pilkada Serentak 2024," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News