0%
Senin, 20 Mei 2024 15:37

Sejumlah Kemungkinan Penyebab Helikopter Presiden Iran Jatuh

Editor : Redaksi
Presiden Iran jadi korban jatuhnya Helikopter.
Presiden Iran jadi korban jatuhnya Helikopter.

Organisasi Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran mengumumkan pada Senin pagi waktu setempat bahwa mereka telah menemukan lokasi puing-puing helikopter Presiden Ebrahim Raisi, setelah terdeteksi oleh sebuah drone atau kendaraan udara tak berawak (UAV) Akinci milik Turki.

PORTALMEDIA.ID - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan menteri luar negerinya Hossein Amir-Abdollahian dilaporkan tewas dalam kecelakaan helikopter. Helikopter mereka jatuh saat melintasi daerah pegunungan di Varzaqan, Provinsi Azerbaijan Timur, Iran dalam kabut tebal pada Minggu (19/5).

Apa yang menyebabkan helikopter itu bisa jatuh?

"Presiden Republik Islam Iran, Ayatollah Ebrahim Raisi, mengalami kecelakaan saat bertugas dan menjalankan tugasnya untuk rakyat Iran dan menjadi martir," lapor kantor berita Iran, Mehr, yang mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya. Sementara media-media lain juga melaporkan berita tersebut.

Baca Juga : DPR Minta Investigasi Menyeluruh Pesawat IAT yang Hilang Kontak di Sulsel

Sebelumnya, Organisasi Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran mengumumkan pada Senin pagi waktu setempat bahwa mereka telah menemukan lokasi puing-puing helikopter Presiden Ebrahim Raisi, setelah terdeteksi oleh sebuah drone atau kendaraan udara tak berawak (UAV) Akinci milik Turki.

Kira-kira, apa penyebab kecelakaan tragis ini? Sejauh ini masih dalam penyelidikan.

Pastinya, meski helikopter modern dilengkapi fitur keselamatan canggih dan menjalani prosedur perawatan ketat, kecelakaan masih dapat terjadi karena alasan seperti kegagalan mekanis, cuaca buruk, kesalahan manusia, atau kombinasi faktor-faktor tersebut.

Baca Juga : Serpihan Pesawat ATR 42-500 IAT Ditemukan di Pegunungan Bulusaraung, Evakuasi Terkendala Cuaca dan Kabut Tebal

Mungkin pula ada alasan lain seperti tindakan musuh. Biasanya, kecelakaan helikopter merupakan peristiwa kompleks yang seringkali melibatkan banyak alasan.

Diketahui bahwa helikopter yang membawa Presiden Iran terbang dalam kondisi cuaca kurang baik, di mana ada kabut tebal. Misi pencarian dan penyelamatan juga terhalang situasi cuaca yang tidak menguntungkan dengan hujan lebat, kabut dan angin menderu.

Dikutip detik dari Pilot Institut, Senin (20/5/2024) berikut beberapa alasan kecelakaan helikopter:

Baca Juga : Jet Tempur Siluman Tercanggih AS F-35 Jatuh Meledak di Alaska

Human error

Human error secara garis besar dapat diartikan sebagai kesalahan yang disebabkan oleh orang yang mengoperasikan helikopter atau kesalahan pilot. Hal ini juga mencakup kesalahan atau kelalaian pihak lain, misalnya pengontrol lalu lintas udara atau personel pemeliharaan.

Kesalahan pilot sejauh ini merupakan penyebab paling umum kecelakaan pesawat, menyumbang sekitar 50% kecelakaan. Angka ini berlaku untuk pesawat sayap tetap, namun statistiknya sangat mirip dengan helikopter.

Baca Juga : Pesawat Jeju Air Jatuh, 85 Orang Tewas

Sekilas hal ini mungkin tampak mengejutkan, karena pilot adalah individu yang sangat terlatih. Namun di sisi lain, mereka juga manusia biasa. Banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan dan informasi yang perlu diproses kala menerbangkan pesawat modern yang rumit. Ada banyak peluang terjadinya kesalahan.

Masalah teknis

Bertentangan dengan anggapan banyak orang, kecelakaan yang disebabkan masalah mekanis helikopter cukup jarang terjadi. Tapi jika terjadi, bisa menjadi sangat serius. Memang benar, kegagalan mekanis adalah bahaya yang paling ditakuti oleh awak helikopter karena potensi keparahannya.

Baca Juga : Presiden Iran Sebut Sistem Pertahanan Israel Rapuh Seperti Kaca

Misalnya, meskipun pesawat penumpang bermesin ganda dapat terbang dengan satu mesin atau sejumlah kegagalan lainnya, kegagalan komponen utama helikopter seperti rotor dan poros rotor, girboks utama, atau rotor ekor sering kali berakibat fatal.

Tentu saja, tidak semua kegagalan bagian ini sama berbahayanya dengan kegagalan lainnya. Misalnya yang fatal, jika ada kerusakan pada bilah rotor utama, atau pilot kehilangan kemampuan mengendalikan putaran helikopter, hal ini dapat mengakibatkan hilangnya kendali. Kejadian ini bisa sangat sulit ditangani dan kemungkinan besar akan mengakibatkan kecelakaan.

Faktor lingkungan termasuk cuaca buruk, tabrakan dengan burung, atau skenario serupa. Terbang di tengah salju, hujan, hujan es, kabut, atau skenario lain yang menyebabkan gangguan penglihatan adalah alasan umum mengapa helikopter jatuh.

Faktor lingkungan lainnya termasuk serangan burung, yang lebih mungkin terjadi di helikopter dibandingkan di pesawat terbang karena faktanya helikopter sering kali terbang di ketinggian yang lebih rendah. Lalu ada penyebab yang melibatkan pesawat lain, seperti tabrakan di udara atau turbulensi.

Cuaca buruk sejauh ini merupakan faktor lingkungan paling umum yang menyebabkan jatuhnya helikopter. Pilot helikopter lebih cenderung terus maju dibandingkan pilot pesawat terbang ketika cuaca memburuk, meski lebih mudah bagi mereka mendarat di luar lapangan terbang. Ada banyak kasus pilot heli tetap melanjutkan operasi walau cuaca buruk, kemudian jatuh. Biasanya, mereka terlambat mendarat atau berpikir dapat segera mendarat jika diperlukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer