PORTALMEDIA.ID - PDIP menggelar Rakernas V mulai hari ini, Jumat 24 Mei. Rakernas di Beach City Internasional Stadium (BCIS), Jakarta Utara.
Namun, dalam rakernas kali ini, PDIP tidak mengundang Presiden Jokowi. Padahal sejak Rakernas I hingga IV, Jokowi selalu diundang.
Tak hanya Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, juga tidak diundang menghadiri rakernas.
Baca Juga : Jokowi Pakai Passapu di Rakernas PSI
Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat dikonfirmasi terkait tidak diundangnya Jokowi dan Gibran. Apakah ini untuk menegaskan mereka sudah bukan bagian dari keluarga besar PDIP.
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama putranya Gibran Rakabuming Raka (kanan) menunggu didepan mobil untuk mengantar jenazah almarhum Miyono Suryosardjono di Kampung Gondang, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin (28/2/2022).
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama putranya Gibran Rakabuming Raka (kanan) menunggu didepan mobil untuk mengantar jenazah almarhum Miyono Suryosardjono di Kampung Gondang, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin (28/2/2022).
Baca Juga : Puan Tegaskan Peran PDIP sebagai Penyeimbang yang Berpihak pada Rakyat
Djarot tidak menjawab secara gamblang. Namun, ia mengatakan jika ada anggota yang melanggar konstitusi dan etika, secara otomatis status keanggotaan mereka di partai hilang.
"Apabila ada anggota partai melanggar konstitusi, etika dan moral, maka dia bukan lagi bagian dari PDIP karena sudah bukan lagi menentang AD/ART tetapi konstitusi," ucap Djarot dalam konferensi pers.
PDIP menilai, Jokowi dan Gibran sudah melanggar konstitusi dan etika. Partai besutan Megawati Soekarnoputri ini menyebut, Jokowi melanggar konstitusi karena abuse of power di Pemilu 2024. Sedangkan Gibran dinilai cacat etika imbas putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 yang meloloskan dia jadi cawapres.
Baca Juga : PDIP Gelar Rakernas I Bertepatan HUT ke-53 pada 10–12 Januari
"Oleh sebab itu yang diundang kata Basarah (Ahmad Basarah Ketua DPP PDIP) ini untuk internal. Yang diundang hanya sahabat, cendekiawan, akademisi, budayawan dan para pejuang demokrasi yang jujur adil, konstitusional dan bermartabat," ucap Djarot.
Lebih jauh, Djarot menyebut, agenda pokok rakernas selama 3 hari ini ada evaluasi program PDIP yang sudah disusun berdasarkan Kongres 2019 di Bali.
"Salah satu agenda pokok raker mengevaluasi atas pelaksanaan program kepartaian yang sudah ditetapkan dalam kongres 2019, salah satunya PDIP menangkan Pemilu 2024," kata Djarot.
Baca Juga : PDIP Minta Kajian Mendalam Jika Sistem Pilkada Diubah
"Target kongres di Bali, PDIP target menang 2024, kami bersyukur PDIP menang Pemilu, jadi PDIP, kita evaluasi program kerakyatan untuk membantu masyarakat," tutur Djarot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News