PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Gerbang Makassar. Gerbang dalam kamus besar bahasa Indonesia diartikan sebagai pintu masuk. Tapi bagi bakal calon Wali Kota Makassar, Abdul Rahman Bando, gerbang ada sebuah akronim.
Gerakan Bersama Membangun Makassar atau Gerbang Makassar menjadi jargon bagi Rahman Bando, untuk meramaikan kontestasi di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2024.
Tidak hanya mengeluarkan jargon, dan menyebar baliho hampir di setiap sudut Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Untuk bisa mencapai mimpi menjadi orang nomor satu di kota daeng, mantan birokrat ini, tentu butuh jalan.
Baca Juga : Potensi Berpaket di Pilwali Makassar Menguat, Indira-ARB Gelar Pertemuan
Dan jalannya tentu saja harus lewat partai politik (Parpol), karena jalur perseorangan (independen) sudah berlalu. Dan peserta Pilwalko 2020 lalu itu, tentu mendaftarkan diri ke sejumlah partai untuk mendapat dukungan maju sebagai peserta Pilwalkot.
Untuk meyakinkan parpol dan masyarakat Makassar, Rahman Bando tentu harus punya visi dan misi yang jelas untuk kemajuan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan ini.
Visi misi tersebutlah yang dimasukkan dalam jargon Gerbang Makassar. "Tidak mengapa orang memaknainya sebagai pintu tapi maknanya tentu agar kita bisa bersama dalam mebangun Kota Makassar tercinta ini," kata Rahman Bando.
Baca Juga : Siap Maju Pilwali Makassar Lagi, Rahman Bando Daftar 4 Parpol
Adik kandung mantan Bupati Enrekang Muslimin Bandon itu pun menyebutkan, jika yang terpenting adalah bekerja untuk rakyat, sesuai dengan yang mereka butuhkan.
"Jadi poinnya di sini. Apa yang rakyat butuhkan? Misal kalau kerja di media apa yang dibutuhkan? Tentu kita berharap fasilitas telekomunikasi lebih bagus, sehingga bisa diakses semua lapisan masyarakat," sebut Rahman Bando.
"Pemerintah harus hadir memfasilitasi masyarakat atau warganya agar bisa senang dalam bekerja dan bisa dimana saja. Jadi kita bergerak bersama, mulai dari telekomunikasi, pelayanan lain, seperti listrik, bekerja secara daring, dan bisa sambil mobile. Yang pasti semua harus punya peran dalam membangun Makassar," sambungnya.
Yang lebih penting lanjutnya, semua harus dikerjakan secara transparan, melibatkan semua dalam membangun Makassar, agar tahu lebih banyak kebutuhan masyarakat, mulai dari infrastruktur, logistik, pelayanan jasa, pasar, dan semua sektor.(Rezky Amelia)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News