PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Kinerja APBN Anging Mammiri hingga April 2024 tetap terjaga positif dan mengalami akselerasi di penerimaan perpajakan, namun risiko APBN terus diantisipasi dan dimitigasi.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra) Heri Kuswanto, saat membuka sesi pemaparan kinerja APBN Anging Mammiri menyampaikan, peran APBN terus diperkuat dalam mendukung perlindungan masyarakat, transformasi perekonomian, serta pembangunan yang inklusif dan berkesinambungan.
Menurutnya, secara umum, ekonomi Indonesia hingga April 2024 diperkirakan tumbuh kuat, didorong kuatnya permintaan domestik yang berasal dari belanja negara dan aktivitas terkait pemilu, kenaikan gaji ASN serta pencairan THR.
Baca Juga : DPR RI Sahkan UU APBN 2026 Rp3.842,7 T
"Khusus untuk regional Sulawesi Selatan, kinerja ekonomi tumbuh sebesar 4,82% (yoy)," terang Heri Kuswanto, dalam konferensi pers kinerja APBN Anging Mammiri, di Gedung Keuangan Negara, Makassar.
Sementara itu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan, Supendi memaparkan, hingga akhir April 2024, realisasi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) di Sulsel tercatat sebesar Rp16,94 triliun.
Realisasi BPP Sulsel sudah sebesar sebesar 30,89% dari pagu. Angka tersebut juga tercatat meningkat 12,63% (yoy) dibanding periode yang tahun 2023.
Baca Juga : Penghematan APBN, Prabowo Potong Belanja Alat Kantor 90%
"Belanja pemerintah pusat ini difokuskan untuk percepatan penyelesaian infratruktur prioritas dan dukungan persiapan pelaksanaan pemilu," ungkap Supendi.
Lebih lanjut, Supendi mengatakan, per April 2024, tren realisasi belanja APBN di Sulsel menunjukkan percepatan dan akselerasi, yang dominan dipengaruhi pelaksanaan pemilu dan pembayaran tunjangan hari raya atau THR.
Adapun realisasi penyaluran Tranfser ke Daerah (TKD) di Sulsel pada periode tersebut, terealisasi sebesar Rp10,32 triliun atau sebesar 32,47% dari pagu. Jumlah tersebut meningkat 10,46% (yoy) dibanding April tahun lalu.
Baca Juga : Neraca Perdagangan Surplus USD1,52 Miliar, Sulsel Disebut Tangguh Hadapi Pelemahan Ekonomi
Supendi menguraikan, untuk realisasi TKD utamanya dipengaruhi oleh penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU), diikuti oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik, Dana Desa, Dana Bagi Hasil (DBH), dan Insentif Fiskal.
"Pada bulan April 2024 terjadi akselerasi pada penyaluran DAU, sehingga keseluruhan TKD mengalami pertumbuhan positif setelah bulan sebelumnya mengalami kontraksi tipis," terang Supendi.
Adapun realisasi pendapatan APBN Sulsel hingga periode 30 April 2024, sambung Supendi, mencapai Rp5,31 triliun atau 31,76% dari target. Nominal tersebut mengalami peningkatan sebesar 8,96% (yoy) dibanding April 2023.
Baca Juga : Tak Lagi Disubsidi, Begini Kondisi Bandara Aroepala Selayar Sekarang
"Secara keseluruhan pertumbuhan belanja dan APBN Sulsel tetap solid dalam menjaga pemulihan ekonomi dan melindungi masyarakat berlanjut," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News