PORTALMEDIA.ID - Plt Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mochammad Afifuddin merespons pernyataan eks Menkopolhukam Mahfud MD terkait para komisioner yang menggunakan fasilitas tiga mobil dinas hingga sewa jet berlebihan.
Afif tidak membantah jika setiap komisioner mendapat tiga mobil dinas. Namun, Afif menjelaskan satu dari tiga mobil dinas itu sudah berumur tua, sehingga yang lebih sering dipakai hanya dua.
"Ya yang pasti sih mobil dinas itu dua, satunya kan mobil lama yang tidak semuanya dipakai," kata Afif, Selasa (9/7/2024).
Baca Juga : Mahfud MD Soroti Campur Tangan Politik dalam Reformasi Pelayanan Polri
Afif juga berujar dari tiga mobil dinas itu, salah satu di antaranya tidak hanya digunakan oleh komisioner. Dia menyebut jajaran lainnya di KPU biasa menggunakan mobil itu.
"Dua sih ya yang nempel di kita semuanya, satunya kan mobil lama yang plat merah itu yang itu bisa dipakai jajaran yang lain," ujarnya.
Menurut Afif, pihak Kesekjenan KPU yang bisa menjelaskan lebih lanjut terkait pemberian fasilitas untuk para komisioner. Namun, dia memastikan pihaknya tidak melanggar ketentuan yang ada.
Baca Juga : Serap Aspirasi di Makassar, Komisi Reformasi Polri Catat Keluhan soal Pemerasan hingga Politik
"Nanti teman-teman di Kesekjenan bisa menjelaskan, tetapi poin yang ingin saya tekankan, saya pernah menanyakan yang penting apapun yang pernah diberikan fasilitas ke kita jangan sampai ada yang melanggar aturan. Itu saja," tuturnya.
Terkait tuduhan penyewaan jet berlebihan, Afif berdalih hal tersebut untuk kepentingan distribusi logistik Pemilu 2024. Dia mengatakan penggunaan jet untuk menghemat waktu dan menjangkau wilayah yang sulit diakses.
"Kalau itu untuk kebutuhan logistik. Kan udah kita bicarakan lama sebenarnya. Selama 2019 dan itu juga dilakukan untuk mendatangi tempat-tempat yang susah dijangkau, karena waktu sangat mepet," tutur dia.
Baca Juga : Kasus Jet Pribadi Rp46 Miliar, DPR Siap Evaluasi Kinerja dan Anggaran KPU
"Pertaruhannya kan kalau kemudian tidak bisa dipastikan barang terkirim dan seterusnya, kami juga mengkhawatirkan logistik tidak sampai dan seterusnya," imbuhnya.
Sebelumnya, Mahfud MD mengaku kaget dengan informasi yang dia dapat terkait fasilitas yang didapat oleh para Komisioner KPU.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News