PORTALMEDIA.ID, PAREPARE - Demi terus melakukan pelestarian kebudayaan dan juga memberikan pembinaan budaya kepada seluruh seluruh guru yang ada di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama baik Sekolah Negeri maupun sekolah swasta yang ada di Kota Parepare, mengikuti pelatihan Tenaga Pendidik dalam Bidang Ssni Budaya tahun 2024 yang digelar di Hotel Bukit Kenari Kota Parepare, mulai Selasa hingga Rabu, 10-11 September 2024.
Kegiatan tersebut digelar oleh Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare, terhadap 40 tenaga pendidik yang ada di Kota Parepare.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare, Niniek Harsyani, mengatakan, kegiatannini merupakan kegiatan rutin tahunan Pemerintah Kota Parepare melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare, dimana pada tahun 2024 ini pihaknya mengangkat tema menguasai ilmu seni tradisional dan kreasi dalam pengembangan diri untuk mengukir prestasi.
Baca Juga : Warga Sayangkan Taman Mattirotasi Ditutup Padahal Masa Sewa Belum Berlaku
"Pada tahun ini kembali kita gelar kegiatan ini, dan berharap terus dilaksanakan kedepannya, sehingga kegiatan ini kami jadikan agenda tahunan,"katanya.
Niniek, menjelaskan, pada tahun 2024 ini, Pihakhya melibatkan sebanyak 40 tenaga pendidik baik dari SD, MI, SMP dan MTs baik Swasta maupun Negeri, yang ada di Kota Parepare, dengan memilih sekolah yang belum pernah tersenutuh program tersebut.
"Semoga tahun depan peserta yang hanya terbatas di 40 tenaga pendidik kedepannya bisa lebih meningkat lagi dari jumlah hari ini,"jelasnya.
Baca Juga : Kisah Baru di Parepare: Ketika Jaring Pengaman Sosial Sampai ke Tangan Nelayan, Petani, dan Juru Parkir
Dia menjelaskan, kalau kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari tersebut mulai 10 hingga 11 September 2024 akan menyajikan materi tentang metode pembinaan kesenian dan praktikum yang melingkupi Seni Rupa, Seni musik tradisional, tari kreasi dan tari tradisional, yang mana pemateri dalam kegiatan tersebut merupakan ahli dalam bidang masing-masing.
"Dalam kesempatan ini juga kita undang untuk berpartisipasi sanggar seni untuk mengisi acara berupa tarian termasuk didalamnya tarian empat etnis,"jelas Niniek.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare, H. Makmur, mengatakan, pihaknya tentunya mendukung kuat pelaksanaan pelatihan bagi tenaga pendidik yang ada di Kota Parepare dalam hal pengenbangan diri dalam bidang seni dan budaya.
Baca Juga : Imigrasi Parepare Tingkatkan Kompetensi ASN Melalui Sosialisasi Etika dan Disiplin
H. Makmur, berharap para peserta yang 40 ini mengikuti kegiatan pelatihan ini dengan baik, serta mampu menjadi leader nantinya dalam pengembangan kemajuan kebudayan yang ada di masing-masing sekolah. Sehingga pelaksanaan kebudayaan ini bisa berjalan dengan baik dan dilakukan sejak dini di tingkat sekolah.
"Kita tahu sendiri saat ini guru di Kota Parepare itu lebih dari 1.000 orang, sehingga ini yang harus dilakukan secara merata, maka kita berharap kedepan Tenaga Pendidik yang belum itu akan dilakukan pada tahun berikutnya lagi, dan kita juga berharap anggaran kita bisa tingkatkan lagi sehingga bisa ditambahkan dari jumlah yang ada saat ini,"katanya.
Mantan Kepsek SMPN 4 Parepare ini menjelaskan, kalau pembinaan kebudayaan ini sendiri tidak bisa hanya dilakukan oleh satu orang saja dalam sekolah, tapi berharap kedepan bisa secara keseluruhan dan peran pengembangan kebudayaan ini harus menjadi peran semua orang.
Baca Juga : Imigrasi Parepare Gelar Pelatihan Human Interest Photography untuk ASN
Dia juga mengatakan saat ini memang kebudayaan kita itu terkalahkan dengan penyebaran kebudayaan luar, bahkan terkesan ada beberapa anak zaman sekarang yang sudah tidak bisa memahami atau bahkan mengenal budaya mereka sendiri.
"Kita lihat ada beberapa yang bahkan sudah tidak bisa menggunakan bahasa bugis, walaupun mereka masih bisa memahami, tapi juga ada yang bahkan beberapa kalimag itu mereka tidak paham lagi dengan baik,"jelasnya.
Makmur menjelaskan, kalau kejadian ini tentunya dipengaruhi karena beberapa pihak, termasuk karena penyebaran budaya luar di media sosial lebih besar ketimbang penyebaran kita, sehingga hal tersbrutlah yang membuat beberapa anak atau generasi saat ini yang tidak paham lagi dengan budaya bugis tersebut.
Baca Juga : Ribuan Kosmetik Kedaluwarsa Ditemukan di Parepare
"Maka kemudian kami berharap pendidikan dan penekanan budaya ini bisa dilakukan sejak dini, dan anak-anak kita didik untuk mencintai dan bangga akan kekayaan budaya sendiri,"terangnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News