0%
Kamis, 25 Agustus 2022 15:50

PKK Sulsel Gelar Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Lelangit untuk Atasi Stunting

Editor : Rahma
Tim Penggerak PKK Sulsel bekerjasama dengan sejumlah organisasi, menggelar Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Lelangit, di RSUD Sayang Rakyat, Rabu, 24 Agustus 2022/IST
Tim Penggerak PKK Sulsel bekerjasama dengan sejumlah organisasi, menggelar Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Lelangit, di RSUD Sayang Rakyat, Rabu, 24 Agustus 2022/IST

Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Lelangit ini dilaksanakan untuk mengurangi stunting.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR- Tim Penggerak PKK Sulsel bekerjasama dengan sejumlah organisasi, menggelar Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Lelangit, di RSUD Sayang Rakyat, Rabu, 24 Agustus 2022. Adapun organisasi yang terlibat dalam bakti sosial ini, seperti IKA Unhas, IWAPI, Gerakan Wanita Sejahtera (GWS), dan sejumlah organisasi lainnya.

Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, mengatakan, salah satu komitmen PKK di Pokja IV, adalah bagaimana berperan aktif dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Lelangit ini dilaksanakan karena salah satu penyebab stunting adalah asupan gizi yang tidak maksimal.

"Kenapa asupan gizinya bersoal? Karena ada masalah pada gigi dan mulut. Sehingga, harus ada perhatian bersama," ujarnya.

Baca Juga : Angka Stunting Makassar 2025 Berhasil Ditekan ke 22,9 Persen, Turun dari 25,6 Persen

PKK sebagai mitra pemerintah, kata Naoemi, berkolaborasi dengan semua pihak terkait, berupaya memberikan pelayanan optimal. Khususnya terhadap anak-anak yang membutuhkan operasi ini.

Sementara, Staf Ahli Gubernur, dr Mappatoba, mengatakan, kasus celah bibir dan lelangit merupakan kelainan bawaan, yang harus diintervensi melalui operasi. Saat ini, jumlah kasusnya cukup banyak di Sulsel.

"Kasus celah bibir dan lelangit banyak di Sulsel. Sehingga, Pemprov bersama PKK dan organisasi lainnya memberikan support untuk operasi gratis," kata Mappatoba.

Baca Juga : Rakor TPPS Makassar, Aliyah Serukan Kerja Nyata Atasi Stunting

Dalam laporannya, Direktur RSUD Sayang Rakyat, Siti Haeriah Bohari, mengatakan, ada 44 orang yang mendaftar untuk mengikuti operasi. Namun setelah discreening, hanya 24 yang lolos.

"Yang tidak lolos screening karena ada masalah kesehatan. Seperti kelainan darah, sehingga tidak bisa dilakukan operasi," ungkapnya.

Usai menjalani operasi, anak-anak ini juga menerima bingkisan dari Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Ketua TP PKK Sulsel Naoemi Octarina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar