0%
Kamis, 10 Oktober 2024 17:29

Pemprov Sulsel Raih Penghargaan Atas Inovasi SAT SET'MA dalam Penanganan Stunting

Editor : Alif
Pemprov Sulsel Raih Penghargaan Atas Inovasi SAT SET'MA dalam Penanganan Stunting
ist

inovasi SAT SET'MA bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasien stunting melalui kerja sama lintas program dan sektor.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Panrb) memberikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas inovasi Sadar Tolak Stunting Terpadu di Mamminasata (SAT SET'MA) sebagai Top Inovasi Pelayanan Publik Kelompok Replikasi Tahun 2024.

Penghargaan ini diserahkan dalam acara Gebyar Pelayanan Prima yang berlangsung di Hotel Sheraton, Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2024 lalu.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Makassar, Evi Mustikawati Arifin, yang didampingi oleh Ketua Tim Inovator Burhanuddin, hadir langsung dalam acara tersebut untuk menerima penghargaan. Inovasi SAT SET'MA, yang diinisiasi oleh RSUD Haji Makassar, dinilai berhasil dalam menurunkan angka prevalensi stunting di wilayah Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa (Gowa), dan Takalar).

Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026

"Alhamdulillah, inovasi SAT SET'MA yang diinisiasi oleh RSUD Haji mendapat apresiasi dari Kementerian PAN-RB. Ini merupakan penghargaan pertama bagi RSUD Haji dari Kemenpan RB, dan kami berharap inovasi-inovasi kami ke depan juga bisa mendapatkan penghargaan lainnya," ujar Evi.

Ia menjelaskan bahwa inovasi SAT SET'MA bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasien stunting melalui kerja sama lintas program dan sektor.

"Prevalensi stunting di Sulawesi Selatan cukup tinggi, dan RSUD Haji ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan untuk penanganan stunting. Walaupun tupoksi kami adalah kuratif, kami tetap melakukan monitoring dan upaya preventif," katanya.

Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov

Menurut Dr. Evi, salah satu kendala utama dalam penanganan stunting adalah keterbatasan akses JKN bagi pasien. "Dengan inovasi SAT SET'MA, kami berhasil mengatasi masalah pembiayaan yang sering menjadi kendala utama pasien stunting," jelasnya.

Ia juga berharap ke depan, prevalensi stunting di Sulawesi Selatan dapat terus menurun, dan masyarakat tidak ragu untuk memeriksakan anak-anak mereka di RSUD Haji. "Masalah-masalah yang dihadapi keluarga pasien stunting, Insya Allah, akan kami atasi dengan berbagai program lintas sektoral yang telah kami jalankan," tutupnya.

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi RSUD Haji dan Pemprov Sulsel untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan stunting.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar