PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulsel memastikan akan mengawal pendistribusian logistik oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Khususnya di wilayah-wilayah pulau terluar yang ada di Sulsel.
Untuk menjaga keamanan dan keselamatan saat pendistribusian logistik Pilkada 2024 serentak tersebut, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulsel, saat ini telah melakukan berbagai langkah.
Dirpolairud Polda Sulsel, Kombes Pol Pitoyo Agung mengatakan, wilayah Dirpolairud Polda Sulsel sudah dipetakan menjadi tiga pulau yang besar. Dimana pulau tersebut memiliki jumlah padat penduduk. Di pulau-pulau tersebut, juga akan didirikan Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Baca Juga : Bawaslu Ingatkan KPU Permasalahan Distribusi Logistik
Sehingga kata Pitoyo Agung, dukungannya sesuai dengan tugas dan fungsinya di wilayah perairan, pihaknya sudah mempersiapkan kekuatan, peralatan dan kapal-kapal angkut personel. Maupun kapal-kapal patroli untuk menjamin keamanan masyarakat di wilayah perairan.
"Kami membagi tiga pos pangkalan kapal di pulau-pulau terbesar di Sulsel. Seperti pulau yang ada di Sinjai, Pangkep dan Kepulauan Selayar. Sehingga, apabila membutuhkan personel maupun peralatan, kami sudah tergelar di lapangan," ucap Agung.
Agung mengatakan, terkait Pilkada ini banyak prediksi ataupun ancaman yang bisa saja terjadi. Seperti misalnya ancaman cuaca. Dimana apabila terhambat pendistribusian logistik oleh KPU, dengan perlengkapan yang ada, pihaknya siap membackup.
Baca Juga : Indah Kawal Distribusi Logistik Pemilu Hingga Kecamatan Terpencil
"Tugas dan tanggungjawab kami adalan menjaga keamanan dan keselamatan. Kami sudah mempersiapkan personel maupun kapal-kapal di tiga pusat pulau terluar tersebut," kata Perwira Polri Tiga Bunga tersebut.
Disebutkan Agung, apabila penyelenggara Pilkada memerlukan peralatan ataupun perlengkapan, pihaknya siap untuk membantu dan membackup disitu. Termasuk siap mengangkut logistik ke TPS-TPS tersebut.
"Saat ini, kami juga sudah koordinasi, kolaborasi dengan stakeholder yang ada. Intinya, pelaksanaan Pilkada sudah direncanakan dari awal dengan melibatkan seluruh lintas sektoral atau stakeholder yang berkepentingan disitu, "tutupnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News