PORTALMEDIA.ID - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan mendalam mengapa Akademi Militer (Akmil) Lembah Tidar, Magelang, dipilih sebagai lokasi pembekalan para menteri Kabinet Merah Putih.
Dalam sidang kabinet perdana di Kantor Presiden, Jakarta, pada Rabu 23 Oktober, Prabowo menjelaskan bahwa Magelang merupakan salah satu pusat perlawanan melawan penjajah. Ia berharap semangat perjuangan tersebut bisa menular kepada seluruh kabinetnya.
"Sentra perlawanan kita terhadap penjajah mulai ratusan tahun dikenal sebagai darah perjuangannya Pangeran Diponegoro di antara lima gunung itu. Saya kira cukup membawa suatu aura tradisi keberanian, tradisi heroisme, tradisi cinta tanah air," ujar Prabowo, mengungkapkan rasa bangga terhadap sejarah perjuangan bangsa.
Baca Juga : Pemerintah Siapkan 27 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Mulai Beroperasi
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya kerja sama tim dalam pemerintahan.
“Dalam waktu dekat, saya akan mengajak saudara-saudara ke Magelang untuk melaksanakan beberapa hari pembekalan. Di sana, kita akan adakan koordinasi-koordinasi,” ungkapnya, mengisyaratkan kegiatan yang akan berlangsung intensif di Akmil.
Para menteri Kabinet Merah Putih direncanakan berangkat ke Akmil besok dari Landasan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta pukul 13.30 WIB.
Baca Juga : Prabowo Gandeng Kampus Inggris, Indonesia Akan Bangun 10 Universitas Baru
Pembekalan ini akan berlangsung selama tiga hari, di mana Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa kegiatan di luar ruangan akan menjadi bagian dari agenda.
"Akan ada banyak kegiatan outdoor, termasuk bermalam di tenda," jelas Budi.
Lebih menariknya, Budi mengungkapkan bahwa para menteri harus menyiapkan pakaian khusus seperti baju loreng khas tentara, atasan putih, dan sepatu dinas lapangan (PDL).
Baca Juga : Prabowo Terbang ke London untuk Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia–Inggris
Ini menunjukkan bahwa pembekalan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mengedepankan pengalaman langsung dan kekompakan tim.
Pembekalan di Akmil ini diharapkan dapat melatih para pemimpin kementerian dan lembaga dalam membangun kolaborasi yang solid, serta meningkatkan keluwesan mereka dalam bekerja sama.
Dengan pendekatan heroik dan penuh semangat ini, Prabowo ingin memastikan bahwa kabinetnya siap menghadapi tantangan yang ada di depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News