PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Calon Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau akrab disapa Appi, semakin gencar berkampanye menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar pada 27 November mendatang.
Terbaru, Appi mengunjungi Kecamatan Mariso pada Kamis (31/10/2024) bersama Anggota DPRD Makassar dari Partai Golkar, Ruslan Mahmud. Dalam kunjungan tersebut, Appi mengajak warga untuk mendukung pasangan nomor urut 1 serta menekankan pentingnya partisipasi warga di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Appi mengimbau warga agar tidak golput dan menggunakan hak pilih mereka. Menurutnya, jika warga tidak datang ke TPS, ada kemungkinan suara mereka disalahgunakan.
Baca Juga : Wali Kota Appi Ceritakan Perjalanan Pahit Manis Hidupnya di Depan Wisudawan UNM
"Suara sah yang dihitung itu adalah suara di dalam kotak TPS. Jika bapak ibu tidak memilih, ada risiko suara disalahgunakan," ujar Appi di hadapan ratusan warga Mariso.
Selain itu, Appi menyerukan pemilu yang damai dan jujur, berharap agar Pilwali ini menghasilkan pemimpin yang amanah bagi Makassar.
"Kalau pemilu bermartabat, jujur, dan damai, insyaallah akan menghasilkan pemimpin yang amanah," lanjutnya.
Appi juga meminta masyarakat menjaga kondusivitas di tengah persaingan pilkada yang semakin memanas. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan meskipun ada perbedaan dukungan politik.
"Mari kita jaga Makassar tetap kondusif dan berharap ada pemimpin terbaik yang memimpin kota ini lima tahun ke depan," kata Appi.
Dalam kampanye ini, Appi juga memaparkan sejumlah program yang pro-rakyat, salah satunya adalah penggratisan iuran sampah. Ia menyatakan, jika terpilih, pemerintah kota akan menanggung biaya sampah rumah tangga untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat.
Baca Juga : Untuk Warga Makassar, Stadion Untia Jadi Bukti Nyata 100 Hari Appi-Aliyah
"Pembayaran sampah akan kami gratiskan. Ini sudah dikaji," ungkapnya.
Appi menambahkan bahwa ia akan melakukan pendataan penduduk yang lebih optimal dan mengadakan pemilihan Ketua RT/RW agar bantuan sosial bisa tepat sasaran.
“RT/RW harus tahu kondisi masyarakatnya secara rinci, sehingga bantuan dapat diberikan pada mereka yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
