0%
Senin, 11 November 2024 17:57

Polri-TNI Tewaskan 19 Anggota KKB dan Kuasai 30 Markas di Papua

Editor : Alif
Polri-TNI Tewaskan 19 Anggota KKB dan Kuasai 30 Markas di Papua
ist

Kapolri Listyo menegaskan bahwa operasi ini dilakukan sebagai langkah untuk menekan gangguan keamanan dari KKB yang masih aktif di Papua.

PORTALMEDIA.ID — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa Polri bersama TNI berhasil menewaskan 19 anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalam Operasi Damai Cartenz 2024 di Papua.

Dalam operasi ini, aparat juga berhasil menguasai 30 markas KKB dan menyita delapan senjata api beserta ratusan amunisi. Pernyataan ini disampaikan Kapolri dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2024).

Kapolri Listyo menegaskan bahwa operasi ini dilakukan sebagai langkah untuk menekan gangguan keamanan dari KKB yang masih aktif di Papua.

Baca Juga : Rapat dengan DPR, Kapolri Tegaskan Penolakan Polri di Bawah Kementerian

“Kami juga mempersiapkan operasi terpusat Damai Cartenz untuk menghadapi kelompok KKB tersebut. Ada 19 KKB yang kita lumpuhkan, kita proses 98 perkara, kita amankan delapan senjata api, 633 butir amunisi, tujuh magazin, dan 79 alat komunikasi,” ujarnya.

Papua masih menjadi wilayah rawan, terutama menjelang Pilkada 2024. Berdasarkan data yang dipaparkan Kapolri, ada 24 jaringan KKB aktif dengan sekitar 1.438 anggota yang tersebar di 14 kabupaten, khususnya di wilayah pegunungan.

Mereka diperkirakan memiliki 361 senjata api. Sepanjang tahun 2024, KKB melakukan 217 aksi yang mencakup 39 penembakan, 38 kontak tembak, serta berbagai serangan lainnya, yang mengakibatkan 104 korban dengan 56 di antaranya meninggal dunia.

Baca Juga : Polri Perluas Direktorat PPA-PPO untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Selain serangan fisik, Kapolri juga mengungkapkan bahwa ada kelompok KKB yang bergerak melalui jalur politik, seperti KNPB, ULMWP, dan GRPWP. Kelompok-kelompok ini sering mengangkat isu marjinalisasi, diskriminasi, sejarah integrasi, dan kegagalan pembangunan di Papua.

“Berbagai aksi mereka adalah upaya untuk menyuarakan kemerdekaan Papua, yang tentunya menjadi tantangan bagi program-program kesejahteraan di sana,” kata Listyo.

Polri berkomitmen mendukung pembentukan daerah otonomi baru di Papua untuk meningkatkan keamanan dan kesejahteraan. Polri telah mendapat persetujuan Kementerian PANRB untuk membentuk dua polda baru, yaitu Polda Papua Tengah dan Polda Papua Barat Daya.

Baca Juga : Pengawasan Internal Dinilai Kunci Reformasi Polri

“Saat ini kami sedang memenuhi kebutuhan personel, serta kesiapan sarana dan prasarana untuk polda-polda tersebut,” ujar Listyo.

Dengan adanya dua polda baru dan dukungan operasi terpusat, diharapkan stabilitas keamanan di Papua dapat ditingkatkan, terutama menjelang Pilkada 2024. Polri dan TNI terus berupaya menciptakan situasi yang kondusif demi kesejahteraan masyarakat Papua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer