PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR- Kematian pengacara ternama Rudy S Gani yang tewas ditembak oleh orang tidak dikenal (OTK) saat malam pergantian tahun di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), masih menyisakan misteri.
Diketahui, pria berusia 49 tahun itu tewas dengan luka tembak yang bersarang di wajahnya. Hasil uji balistik dari Laboratorium Forensik (Labfor) menyebut bahwa proyektil peluru yang mengenai Rudy S Gani berasal dari senapan angin.
Rekan seprofesi Rudy S Gani yang enggan menyebutkan namanya bilang, sebelum tewas dengan tragis Rudy sempat bercerita mendapatkan berbagai intimidasi dalam perkara hukum yang ditanganinya.
Baca Juga : Sebulan Berlalu, Polisi Terkendala Bukti dan Keterangan Saksi dalam Kasus Penembakan Pengacara di Bone
"Dia pernah bilang ke saya, 'Saya kayaknya kena halus'. Saya tanya kenapa bisa bilang begitu, dia jawab, 'Badanku tidak enak sekali, saya tidak enak rasa'," ungkap rekannya itu.
Rudy juga diketahui selalu didampingi oleh istrinya ke mana pun ia pergi. Termasuk dalam tugas-tugasnya mengawal kasus hukum di Bone maupun di Makassar.
Ketegangan yang Rudy alami terkait salah satu kasus yang sedang ditanganinya di daerah tersebut. Rekannya menambahkan, Rudy sempat menerima kata-kata intimidasi dari salah satu lawan dalam perkara yang sedang ia tangani. Hal ini membuat Rudy semakin waspada.
Baca Juga : Polisi Sudah Periksa 11 Saksi Kasus Penembakan Rudy
Kata-kata tersebut diduga memiliki muatan ancaman yang membuat Rudy merasa tidak nyaman.
"Dia bilang ada beberapa perkara yang didampingi di Bone, kemudian ada salah satu lawannya menyampaikan bahasa-bahasa intimidasi, dia sampaikan kepada saya bahwa ada salah satu lawannya menyampaikan suruh hati-hati," jelas rekannya.
Sebelumnya diberitakan, seorang pengacara bernama Rudy S Gani (49) tewas ditembak orang tidak dikenal (OTK) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Penembakan Brutal di Birmingham: 4 Tewas dan 17 Terluka
Insiden tragis ini terjadi saat korban merayakan pergantian tahun baru di teras rumah mertuanya, pada Selasa malam, 31 Desember 2024.
Setelah tertembak, Rudy segera dievakuasi ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lappariaja, namun dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.15 WITA pada hari yang sama.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News