PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Sales Manager PT Japfa Comfeed Indonesia, Ruhul Arqam turut angkat bicara terkait polemik kenaikan harga telur ayam yang dihubungkan dengan pembagian dana bantuan sosial dari Presiden Joko Widodo.
Dia mengatakan, banyak orang beranggapan kenaikan harga telur ayam disebabkan oleh harga pakan ternak yang naik. Namun dia tidak sepakat dengan hal tersebut.
Dia mengatakan harga telur ayam merangkak naik disebabkan permintaan pasar itu sendiri. "Harga telur ditentukan permintaan dan pasar serta oleh konsumen. Populasi turun 20-30 persen bahkan kalau di layer itu bisa turun sampai 40 persen populasi," ungkap Ruhul dalam Focus Group Discussion (FGD) terkait Perkembangan Harga Telur Ayam Ras dan Pakan di Toraja Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (2/9/2022).
Baca Juga : Pemkab Sidrap Fasilitasi Kesepakatan Harga Telur, Sejumlah Poin Disepakati Pedagang dan Peternak
Dia mengklaim justru permintaan telur meningkat karena adanya bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Sementara suplai telur berkurang karena populasi ternak juga berkurang.
"Peningkatan produksi telur diakibatkan ada program bantuan sosial yang dijadikan satu, tiap bulan dijadikan satu, secara otomatis yang menarik itu banyak permintaan telurnya dari tiga bulan jadi satu, kan banyak," jelas dia.
"Satu sisi suplai telur berkurang karena populasi (ternak) yang turun, nah itu lah yang menyebabkan peningkatan (permintaan)," lanjutnya.
Baca Juga : Harga Telur Melonjak, Ketua Perunggasan Sulsel: Peternak Terlilit Utang Jadi Dinaikkan
"Bantuan itu tapi kalau bisa perbulan sehingga penarikan suplai di pasar itu relatif bisa stabil gitu, sehingga gejolak harga telur ini juga bisa lebih satabil," harap Arqam.
Sedangkan harga pakan ternak ayam saat ini kata Arqam sudah relatif turun.
Disisi lain, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Sulsel, Nurlina Saking merespon pernyataan Arqam. Ia mengatakan bahwa Bansos yang dimaksud adalah Program Keluarga Harapan (PKH).
Baca Juga : Harga Telur di Makassar Sudah Naik Mendahului BBM
"Permintaan tadi ini yang di Bansos tadi itu yah, PKH itu cukup banyak karena per keluarga tiga rak (90 butir), kalau permintaan pasar tiap bulannya itu berkisar 13000 ton, dan ketersediaannya sedikit, 1000 sampai 2000 ton," tegas Nurlina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

