PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Perayaan Jappa Jokka Cap Go Meh 2025 yang digelar di kawasan Pecinan, Jalan Sulawesi, pada 8 Februari kemarin, sukses menarik perhatian masyarakat meskipun hujan mengguyur Kota Makassar.
Rangkaian puncak perayaan Imlek ini tetap berlangsung meriah dengan berbagai atraksi seni tradisional yang memukau pengunjung dari segala usia.
Tidak hanya menampilkan pertunjukan atraksi barongsai, yang menjadi daya tarik utama, perayaan tahun ini juga menghadirkan Tari Karannuang, sebuah tarian khas Sulawesi Selatan yang dipentaskan oleh Dinas Pariwisata Kota Makassar.
Baca Juga : Lewat Forum Indonesia on the Move, Munafri Siapkan Sistem Transportasi Terpadu dan Rendah Emisi
Tari Karannuang, yang melambangkan kegembiraan dan suka cita, semakin menambah warna pada perayaan yang sarat dengan nilai budaya ini.
Masyarakat dari berbagai kalangan, baik dewasa maupun anak-anak, terlihat antusias menyaksikan pertunjukan dan berfoto bersama barongsai. Suasana penuh keceriaan dan kegembiraan begitu terasa meskipun cuaca hujan.
Perayaan Cap Go Meh di Makassar kali ini juga tidak hanya memperkenalkan budaya Tionghoa, tetapi juga mengangkat keberagaman budaya Indonesia.
Baca Juga : Menjelang Setahun Kepemimpinan MULIA, Makassar Raih UHC Award 2026
Sebagai simbol keberagaman budaya, perayaan ini semakin mempererat hubungan antara masyarakat dari berbagai latar belakang, terutama di Kota Makassar yang dikenal kaya akan budaya.
Ketua Permabudhi Makassar, Suzanna, menyatakan, "Event ini untuk mempererat hubungan masyarakat dari berbagai lapisan budaya, menciptakan keharmonisan di tengah perbedaan."
Perayaan Jappa Jokka Cap Go Meh sudah digelar selama 20 tahun sejak 2004 dan telah menjadi salah satu ikon wisata Kota Makassar. Masyarakat setempat dan wisatawan selalu menantikan rangkaian perayaan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan keberagaman.
Baca Juga : Kunjungi Kantor Kemenlu, Wali Kota Munafri Perkuat Diplomasi Pariwisata dan Maritim Lewat Kolaborasi
Suzanna menambahkan, "Perayaan ini tidak hanya bagian dari tradisi masyarakat Tionghoa, tetapi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan budaya Kota Makassar."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News