0%
Minggu, 04 September 2022 14:17

Hacker Pesan Ratusan Taksi Online ke Alamat yang Sama, Jalanan Moskow Langsung Macet

Editor : Azis Kuba
Hacker Pesan Ratusan Taksi Online ke Alamat yang Sama, Jalanan Moskow Langsung Macet
ist

pengguna media sosial bespekulasi bahwa peretasan itu sebagai pembalasan atas invasi Rusia ke Ukraiana.

PORTALMEDIA.ID -- Akibat aksi yang dilakukan hacker atau peretas yang memesan ratusan taksi online, membuat jalanan Moskow, ibu Rusia mengalami kemacetan pada Kamis (1/9/2022).

Yandex Taxi, aplikasi yang mirip Gojek, dilaporkan telah menjadi korban serangan hacker pada pagi hari.

"Pada pagi hari tanggal 1 September, Yandex Taxi menghadapi upaya penyerang untuk mengganggu layanan, beberapa lusin pengemudi menerima pesanan massal ke wilayah Fili," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan kepada Forbes.ru via Daily Mail, Sabtu (3/8/2022).

Baca Juga : Iran Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi dengan Rusia dan Tiongkok, Isu Nuklir Jadi Fokus Utama

Akibat peretasan tersebut, taksi membanjiri Kutuzovsky Prospekt di Moskow, sebuah jalan protokol yang membentang dari timur ke barat menuju pusat ibu kota Rusia.

Kawasan Kutuzovsky Prospekt yang memiliki sepuluh jalurnya, biasanya jarang mengalami kemacetan. Namun, saat serangan itu terjadi, pengguna jalan harus menghabiskan waktu sekitar 40 menit.

Yandex Taxi mengatakan departemen keamanannya segera menghentikan upaya untuk memesan taksi. Namun, itu tidak cukup untuk menghentikan kemacetan.

Baca Juga : Medvedev Sebut Sejumlah Negara Siap Pasok Senjata Nuklir ke Iran, Peringatkan AS soal Perang Besar

Orang yang merekam video kemudian menunjukkan layar ponselnya, yang menampilkan alamat di Kutuzovsky Prospekt.

Tidak ada yang bertanggung jawab atas peretasan itu, tetapi itu terjadi ketika pasukan Vladimir Putin masih melanjutkan invasi mereka ke Ukraina.

Sementara video di media sosial menunjukkan belasan taksi berkumpul di tempat yang sama di Moskow barat. Dalam video itu, terlihat kondisi kemacetan hingga memaksa para pengemudi untuk menghindari kemacetan lalu lintas.

Baca Juga : Presiden Suriah Assad Kabur ke Rusia

Beberapa pengguna media sosial yang ikut menyebarkan video tersebut, mengatakan bahwa kejadian itu layaknya adegan dalam sebuah film.

Rekaman video itu menjadi viral di Twitter, dengan lebih dari 2 juta kali ditonton. Hal ini menyebabkan beberapa pengguna media sosial bespekulasi bahwa peretasan itu sebagai pembalasan atas invasi Rusia ke Ukraiana.

Dari pihak Yandex Taxi, mereka mengatakan sudah memperbaiki algoritma untuk mencegah dan mendeteksi serangan seperti itu pada aplikasi mereka, sehingga diharapkan untuk kedepannya tidak ada kejadian yang serupa terulang kembali untuk kedepannya.

Baca Juga : Tentara Ukraina Tak Percaya Janji Trump Akhiri Perang Rusia

“Algoritma untuk mendeteksi dan mencegah serangan semacam itu telah diperbaiki untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang,” kata juru bicara Yandex Taxi kepada Forbes, yang dikutip dari Euro News

Tak sampai disitu saja, pihak Yandex Taxi juga mengatakan akan segera menyelesaikan kompensasi bagi pengemudi yang terjebak dalam kemacetan yang setidaknya selama 40 menit. Namun, menurut Forbes, kemacetan lalu lintas tersebut berlangsung lebih dari 2 jam lamanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar