PORTALMEDIA.ID - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa perekonomian dunia tengah menghadapi goncangan hebat akibat kebijakan tarif tinggi yang diterapkan oleh salah satu negara ekonomi terbesar dunia.
Dalam sambutannya pada Sarasehan Ekonomi yang digelar Selasa (8/4), Prabowo tidak secara eksplisit menyebut nama negara yang dimaksud.
Namun, kebijakan yang disebutkannya merujuk pada keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang baru-baru ini mengumumkan tarif impor besar-besaran terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Baca Juga : Seskab Teddy Jawab Kritik Dino Patti Djalal, Beberkan 7 Fakta Diplomasi Nyata Era Prabowo
“Yang terjadi sekarang adalah goncangan dunia akibat negara ekonomi terkuat memberlakukan kebijakan peningkatan tarif begitu tinggi kepada banyak negara. Ini membuat banyak negara cemas,” ujar Prabowo.
Sebelumnya, Presiden Trump mengumumkan akan mengenakan tarif minimal 10 persen terhadap hampir seluruh barang impor yang masuk ke Amerika Serikat.
Untuk negara-negara dengan defisit perdagangan besar terhadap AS, tarif tersebut bahkan ditingkatkan lebih tinggi lagi.
Baca Juga : Blak-blakan di Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Siap Hadapi Perlawanan Kelompok Koruptor
Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak langsung dari kebijakan tersebut. Pemerintah AS melalui Kantor Perwakilan Dagang (USTR) menetapkan tarif impor barang asal Indonesia sebesar 32 persen.
USTR menyebut ada tujuh alasan utama di balik keputusan tersebut, termasuk kerumitan sistem perizinan impor di Indonesia dan berbagai regulasi yang dinilai menghambat akses pasar bagi pengusaha AS.
Kebijakan ini dikhawatirkan akan menekan daya saing ekspor Indonesia di pasar global dan berdampak terhadap stabilitas ekonomi domestik.
Baca Juga : Melayat ke Rumah Duka, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir pada Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah Indonesia terus memantau situasi ini dan akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ia juga menyerukan pentingnya memperkuat kerja sama antarnegara berkembang untuk saling mendukung di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

