Dia membenarkan perihal penggerebekan itu. Juga menegaskan bila barang bukti senjata mematikan itu merupkan hasil sitaan dari para anggota organisasi tersebut. Termasuk minuman keras yang disatukan dalam wadah baskom. Hanya saja belum sempat dimusnahkan Dit Samapta sudah mengerebek mereka.
"Itu dia kumpulankan untuk mau dimusnahkan tapi belum sempat diserahkan lalu anggota dari Polda ke sana karena dugaan itu (aksi kriminal)," sambungnya.
"Botol miras itu juga mau dimusnahkan nanti dalam kegiatan pemusnahannya, tidak mungkin dia mau kumpul itu di situ di dalam baskom kalau mau untuk ini (aksi kriminal)," kata perwira polisi berpangkat satu bunga melati itu.
Baca Juga : Kolaborasi Internasional Warnai F8, Danny Ingin Jadikan Festival Arena Permanen
Alhasil, para anggota yang terjadi saat penggerebekan ikut diamankan. Meski mereka telah dipulangkan lantaran telah mendapatkan pembinaan.
"Itu kita lakukan pembinaan, kita edukasi, karena ini kan anak binaan (Batalyon 120), buktinya sekarang ini agak aman dari geng motor karena anak-anak ini biasa membantu edukasi anak nakal. Iya (dipulangkan) kita beri edukasi," tukasnya.
Sedangkan menurut informasi dari berbagai sumber, senjata tajam yang disita aparat kepolisian dari sekretariat Batalyon 120 digunakan dalam aksi tawuran antar kelompok.
Sebagaimana diketahui, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan (Danny) Pomanto menyebut Batalyon 120 harus menjadi garda terdepan menjaga keamanan dan ketertiban. Batalyon 120 yang dibentuk Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar beranggotakan seribu pemuda.
"Seluruh potensi pada batalyon 120 akan digali bersama," terang Danny Pomanto saat pengukuhan Batalyon 120 di Lapangan Karebosi, Senin (14/3/2022) lalu.
Danny menyebutkan pembentukan Batalyon 120 adalah upaya mengurangi tingkat kejahatan di kalangan pemuda.
Baca Juga : Jelang Purnatugas, Danny Pomanto Ditemani Istri Pamit ke Ketua DPRD Makassar
"Anak anak yang sering tawuran kami akan bimbing menjadi produktif," ucap Danny
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News