0%
Kamis, 26 Juni 2025 18:09

Muhammadiyah Luncurkan Kalender Hijriah Global, Haedar Nashir: Demi Ukhuwah, Kami Sabar Menanti

Editor : Alif
Muhammadiyah Luncurkan Kalender Hijriah Global, Haedar Nashir: Demi Ukhuwah, Kami Sabar Menanti
ist

Bahkan, ia menyatakan Muhammadiyah siap bersabar hingga puluhan tahun, bahkan satu abad, demi tercapainya kesatuan waktu dalam kalender Hijriah.

PORTALMEDIA.ID – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mendorong terwujudnya Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai upaya membangun persatuan umat Islam di seluruh dunia.

Bahkan, ia menyatakan Muhammadiyah siap bersabar hingga puluhan tahun, bahkan satu abad, demi tercapainya kesatuan waktu dalam kalender Hijriah.

Hal tersebut disampaikan Haedar dalam peluncuran resmi KHGT yang digelar di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Rabu (25/6/2025). Peluncuran ini menjadi langkah konkret Muhammadiyah dalam mewujudkan satu sistem penanggalan Islam yang dapat diadopsi secara global.

Baca Juga : Muhammadiyah Ajak Masyarakat Sambut 2026 dengan Empati

“Kami tidak ingin tergesa-gesa. Mewujudkan satu kalender untuk seluruh dunia Islam memang bukan hal mudah, tapi kami yakin, dengan kesabaran dan musyawarah, ukhuwah akan terbentuk. Bisa saja proses ini memakan waktu 10, 50, bahkan 100 tahun, dan Muhammadiyah siap menunggu,” ujar Haedar.

Haedar menyinggung fakta bahwa hingga kini umat Islam belum memiliki satu sistem penanggalan Hijriah yang seragam, baik di tingkat nasional maupun global. Menurutnya, kondisi ini menimbulkan kebingungan publik, terutama generasi muda, yang kerap membandingkan dengan kalender Masehi yang telah diterima secara universal.

“Anak-anak Gen Z dan milenial bertanya, mengapa umat Islam belum bisa memiliki kalender tetap seperti 25 Desember untuk Natal di kalender Masehi? Ini menjadi tantangan besar kita bersama,” ucapnya.

Baca Juga : Pimpinan Aisyiyah Ingatkan Bahaya Nikah Siri bagi Keluarga

Ia juga mengkritisi ketidakkonsistenan dalam penentuan hari-hari besar Islam seperti 1 Ramadan, 1 Syawal, hingga Hari Arafah yang kerap berbeda antara negara dan organisasi. Padahal, menurutnya, orbit benda langit sudah berjalan secara pasti dan ilmiah.

“Kalau satu hari bisa berbeda dua atau tiga versi, itu membuat umat bingung. Padahal, bulan, matahari, dan bumi punya peredaran yang eksak. Kita butuh satu sistem yang rasional dan bisa diterima bersama,” tegasnya.

Haedar menegaskan bahwa KHGT bukan sekadar ide Muhammadiyah, tapi hasil kajian panjang berbasis ilmu pengetahuan dan dalil syariat.

Baca Juga : PP Muhammadiyah Galang Dana Tiga Pekan untuk Bantu Penyintas Bencana

Ia juga menegaskan keterbukaan Muhammadiyah untuk berdialog dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan ormas Islam lainnya, guna menyempurnakan dan menyosialisasikan KHGT.

“Mari kita duduk bersama, saling berdiskusi. Istilahnya, mau metodenya apa, silakan. Asal tujuannya satu: ada kalender Hijriah global yang bisa kita sepakati bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Hamim Ilyas, menjelaskan bahwa KHGT merupakan hasil keputusan Musyawarah Nasional ke-32 pada Februari 2024, yang mengadopsi kesepakatan Muktamar Turki 2016.

Baca Juga : Muhammadiyah Luncurkan Varietas Padi Unggul "Mentari" di Jambore Nasional JATAM

Sistem ini dirancang dengan prinsip ilmiah dan syariat yang dapat diprediksi hingga 100 tahun ke depan, namun tetap direkomendasikan untuk dievaluasi setiap 25 tahun guna menjaga ketepatan.

Dengan peluncuran ini, Muhammadiyah berharap langkah awal menuju penyatuan waktu Islam global telah dimulai dan terus mendapat dukungan dari berbagai elemen umat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar