"Saya agak tegas menyampaikan kalau untuk pebayaran diluar jalur resmi, tidak ada. Tidak aturan kita berbayar - berbayar begitu. Bahkan kita sebenarnya berusaha agar kasus seperti itu tidak terjadi. Pokonya tidak ada penerimaan sembunyi-sembunyi," jelasnya.
Kecuali kata Munir, ada oknum yang memanfaatkan penerimaan siswa baru ini sebagai ajang mencari keuntungan.
"Soalnya 2 tahun lalu, kami juga pernah mendapat protes dari warga karena dikiranya kami menerima suap dengan dalih penerimaan siswa baru. Tapi setelah dicek lebih dalam. Ternyata ada oknum yang memanfaatkan PPDB," terangnya.
Dalih Orang Dalam
Baca Juga : Kadisdik Tegaskan Makassar Tetap Butuhkan Sistem Zonasi dalam PPDB
Munir lebih merincikan, jika cara main oknum tesebut, mereka akan melakukan listing sekolah yang akan menerima mahasiswa baru. Lalu, mereka mencari anak atau calon siswa untuk dijaminkan kelulusannya dengan dalih orang dalam.
"Padahal, mereka sudah tahu kalau anak ini akan lulus dengan melihat jarak rumah dari sekolah. Bahkan kemarin itu, mereka rela datang ke sekolah meminta draf standar kelulusan yang ada di SMP 6. Nah, itu yang mereka manfaatkan untuk mengambil keuntungan," kata Munir.
Olehnya itu, Munir melanjutnya, Ia akan tegas mengatakan tidak, jika sekolah yang dipimpinnya dianggap melakukan hal di luar aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News