PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim baru saja mengubah skema jalur mandiri untuk masuk di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Perubahan ini, diketahui untuk menutup celah korupsi yang bisa terjadi dari jalur mandiri di PTN.
Perubahan ini merupakan bagian dari buntut kasus Rektor Universitas Lampung (Unila) yang tertangkap tangan oleh KPK menerima suap dalam penerimaan mahasiswa baru (PMB) belum lama ini.
Dimintai tanggapan soal indikasi suap pada jalur mandiri, Wakil Rektor I Universitas Hasanuddin, Prof Muhammad Ruslin menyampaikan jika pihaknya meyakini, Unhas jauh dari kata korupsi apalagi yang berkaitan dengan jalur mandiri.
Baca Juga : Kalla Institute Resmi Buka PMB 2026/2027 dengan Program Unggalan dan Beasiswa
"Kami di sini sangat ketat jika penerimaan mahasiswa baru. Dulu memang pernah kami dapati calo yang memanfaatkan jalur mandiri sebagai alat untuk mendapat keuntungan besar. Tapi sekarang sudah tidak bisa," uajrnya kepada portalmedia, belum lama ini.
Sebab katanya, model penerimaan sudah berbasis online sehingga tidak ada lagi celah yang bisa dimanfaatkan oleh orang yang berkepentingan itu untuk mengambil keuntungan.
"Jadi kami melakukan penerimaan mahasiswa baru secara terbuka, artinya kita betul-betul bisa diaudit. Makanya kita pakai sistem pedomannya online. Kalau online tidak ada lagi yang bisa bermain curang," terangnya.
Baca Juga : Mahasiswa Unhas Gagas "Megapolis Water Sensitive" untuk Atasi Krisis Air dan Banjir Perkotaan
Bukan cuma itu kata Prof Ruslin, pengelolaan akun mahasiswa pun, hanya dapat diakses oleh mahasiswa sendiri. Sehingga menutup akses yang lain, baik dari pihak kampus sekali pun.
"Tidak bisa kalau bukan mahasiswa sendiri yang masuk di akunnya," lanjutnya
Selain itu, tes di Unhas juga sudah sesuai dengan regulasi pemerintah. "Misalnya SNMPTN, juga ada tim yang kembangkan dan dilakukan secara tertutup," bebernya.
Untuk SNMPTN, lanjut Prof Ruslin, Unhas mengelola beberapa tipe untuk menerima. Dan dilakukan untuk calon mahasiswa di seluruh nusantara.
Baca Juga : Alumni Lintas Generasi Soroti Krisis Kepemimpinan dan Pudarnya Ruh Akademik di Unhas
"Jadi kuotanya sudah dibagi-bagi. Berapa persen dari Sulsel, ada juga dari Kalimantan dan lainnya. Makanya di Unhas itu bukan hanya orang Makassar, tapi yang lain," jelasnya.
Kemudian, lanjut Prof Ruslin, untuk jalur SBMPTN dilakukan penyeleksian oleh tim lembaga tes masuk perguruan tinggi (LPMPT) yang dipentuk oleh pemerintah pusat.
"Nah, untuk itu, mereka yang kelola nilainya dan kita hanya menerima. Penyeleksian juga dilakukan secara khusus untuk mahasiswa baru. Dan karena timnya langsung dari pusat, makanya tidak bisa di intervensi dari pihak kampus. Nanti juga kampus akan menggunakan nilai itu untuk menjadi dasar penerimaan maba untuk program lainnya," tutup Prof Ruslin
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News