PORTALMEDIA.ID, GOWA – Perhelatan Beautiful Malino 2025 sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung dan mendapat pujian dari berbagai pihak. Namun di balik panggung megah dan kemeriahan acara, ada kerja senyap yang patut diapresiasi—yakni tim kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, secara khusus menyampaikan penghargaan atas dedikasi tim kebersihan yang berhasil menjaga kebersihan Malino sebelum, selama, dan setelah acara berlangsung.
"Saya mengapresiasi kerja tim Dinas Lingkungan Hidup, karena persoalan sampah pada saat kegiatan dan setelahnya bisa dikendalikan dengan sangat baik. Malino tetap bersih dan nyaman untuk dikunjungi," ujar Bupati Husniah, Senin (14/7/2025).
Baca Juga : Komitmen Jamin Kesehatan Masyarakat, Gowa Raih UHC Award Kategori Pratama 2026
Kegiatan Beautiful Malino yang digelar selama lima hari di kawasan wisata pegunungan Tinggimoncong ini, menurutnya, bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ujian kesiapan infrastruktur layanan publik—termasuk soal penanganan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Azhari Azis, memaparkan bahwa penanganan kebersihan selama event melibatkan kolaborasi lintas kecamatan.
"Kami bekerja sama dengan tim kebersihan Kecamatan Tinggimoncong serta tim dari tiga kecamatan terdekat, yakni Parigi, Tombolopao, dan Parangloe," jelasnya.
Baca Juga : Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan, RSUD Syekh Yusuf - BSI Lakukan Penandatanganan MoU
Azhari menyebut, total personel yang dikerahkan berjumlah lebih dari 50 orang, terdiri dari 25 petugas DLH, 30 orang dari Kecamatan Tinggimoncong, ditambah tim tambahan dari desa dan kecamatan. Armada yang dikerahkan juga cukup besar: 5 truk sampah dari DLH, 2 truk desa, dan 19 motor tiga roda.
Proses pembersihan dimulai sejak pagi hari, pukul 08.00 WITA hingga 13.00 WITA, menyasar tiga titik utama lokasi kegiatan kawasan Hutan Pinus (panggung utama), pusat kuliner dan UMKM di Tugu Malino, area Summer Camp.
Tak hanya itu, penyisiran sampah juga dilakukan menyeluruh di sepanjang Jalan Krg Pado hingga Jl. Pendidikan, serta jalur padat pedagang di Jalan Sultan Hasanuddin, dari depan Polsek Tinggimoncong hingga Masjid Besar Malino.
Baca Juga : Pelantikan Panitia PTSL 2026, Bupati Gowa Tekankan Integritas dan Profesionalisme
"Kami membagi seluruh personel ke tiga zona utama, agar penanganan cepat dan efisien. Bahkan satu hari setelah event selesai, kami tetap lanjut bersih-bersih," jelas Azhari.
Hasil dari kerja keras selama lima hari tersebut tidak main-main. DLH Gowa mencatat ada 75 ton sampah yang berhasil diangkut dan diproses ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Desa Pa'bentengang, Kecamatan Bajeng.
Azhari menekankan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan selama Beautiful Malino adalah hasil sinergi dan kesiapsiagaan semua pihak yang terlibat.
Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Swasembada Pangan, Salurkan Bantuan Alsintan Kementan RI untuk Petani Bontomarannu
“Event besar seperti ini tak akan terasa indah tanpa kerja keras tim di balik layar. Kami bersyukur bisa menjaga wajah Malino tetap bersih di mata publik,” pungkasnya.
Beautiful Malino 2025 bukan hanya menjadi pesta seni dan budaya, tetapi juga menjadi contoh suksesnya pengelolaan lingkungan dalam event berskala besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News