PORTALMEDIA.ID, GOWA – Pemerintah Kabupaten Gowa terus memperkuat komitmennya dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mengukuhkan Tim LACAK (Layanan Cepat Atasi Kemiskinan) dan menandatangani kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gowa, Rabu (23/7/2025), di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa pembentukan Tim LACAK merupakan tindak lanjut dari Program 100 Hari Kerja “Gowa Sejahtera”, yang menitikberatkan pada penanganan langsung terhadap masyarakat miskin ekstrem di berbagai wilayah.
“Melalui Tim LACAK, pemerintah akan turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi warga miskin ekstrem yang belum terdata dan belum terintervensi program pemerintah. Kolaborasi dengan Baznas diharapkan mempercepat proses ini,” jelas Husniah.
Baca Juga : Komitmen Jamin Kesehatan Masyarakat, Gowa Raih UHC Award Kategori Pratama 2026
Dalam kerja sama tersebut, ASN dan pegawai BUMD di lingkungan Pemkab Gowa akan menyisihkan sebagian penghasilannya—melalui zakat pendapatan atau infaq—untuk membantu pembiayaan program pengentasan kemiskinan.
Besaran zakat pendapatan ditentukan berdasarkan golongan, yakni:
* Golongan I: Rp25 ribu
* Golongan II: Rp50 ribu
* Golongan III: Rp75 ribu
* Golongan IV: Rp100 ribu
Dana zakat tersebut akan disalurkan oleh Baznas untuk berbagai program sosial, seperti pendidikan, kesehatan, usaha ekonomi produktif, dan bantuan sosial lainnya yang menyasar keluarga miskin ekstrem.
Baca Juga : Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan, RSUD Syekh Yusuf - BSI Lakukan Penandatanganan MoU
“Kami ingin intervensi dari pemerintah dan Baznas berjalan paralel agar masyarakat yang belum tercover program pemerintah tetap mendapatkan bantuan yang layak,” imbuhnya.
Kepala Bappeda Gowa, Sujjadan, menambahkan bahwa Tim LACAK terbagi atas dua unit: LACAK Centre di tingkat kabupaten dengan tujuh personel, dan LACAK Kecamatan yang terdiri dari 18 orang. Tim ini akan membentuk relawan “Sahabat LACAK” di seluruh desa dan kelurahan untuk aktif melakukan pelacakan dan pendataan warga miskin ekstrem.
"Relawan akan turun langsung ke lapangan untuk mencari dan mendata warga yang belum terjangkau. Dari situ, mereka akan dihubungkan dengan program-program bantuan yang bisa membuat mereka mandiri secara ekonomi," jelas Sujjadan.
Baca Juga : Pelantikan Panitia PTSL 2026, Bupati Gowa Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Melalui program ini, Pemkab Gowa berharap upaya pengentasan kemiskinan ekstrem bisa lebih terukur, terintegrasi, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News