0%
Senin, 28 Juli 2025 13:42

160 Guru Sekolah Rakyat Mundur, Mensos Gus Ipul Siapkan Pengganti

Editor : Alif
160 Guru Sekolah Rakyat Mundur, Mensos Gus Ipul Siapkan Pengganti
ist

Menurut Gus Ipul, mayoritas guru yang mengundurkan diri itu keberatan dengan lokasi penempatan yang dinilai terlalu jauh dari tempat tinggal mereka.

PORTALMEDIA.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) angkat bicara terkait mundurnya sekitar 160 guru dari Sekolah Rakyat, program pendidikan berasrama untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Gus Ipul, mayoritas guru yang mengundurkan diri itu keberatan dengan lokasi penempatan yang dinilai terlalu jauh dari tempat tinggal mereka.

"Jumlahnya sekitar 160 orang. Alasan utamanya karena lokasi penempatan Sekolah Rakyat terlalu jauh dari domisili mereka," kata Gus Ipul dalam pernyataannya, Senin (28/7/2025).

Baca Juga : Pemerintah Siapkan 27 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Mulai Beroperasi

Meski dihadapkan pada gelombang pengunduran diri, Gus Ipul menegaskan pihaknya telah menyiapkan pengganti yang siap ditempatkan. Para calon pengganti tersebut merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan akan melalui proses seleksi lanjutan.

“Insya Allah penggantinya sudah disiapkan. Mereka yang disiapkan ini juga telah mengikuti PPG dan akan diseleksi kembali untuk memastikan kesiapan mereka,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses perekrutan guru Sekolah Rakyat dilakukan sesuai dengan regulasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian PAN-RB.

Baca Juga : Prabowo Gandeng Kampus Inggris, Indonesia Akan Bangun 10 Universitas Baru

Program Sekolah Rakyat resmi dimulai pada 14 Juli 2025. Sekolah ini mengusung konsep berasrama dan menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera yang kesulitan mengakses pendidikan formal.

Kurikulum Sekolah Rakyat menggunakan pendekatan *tailor made*, yakni kurikulum yang dirancang khusus dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sosial budaya di lingkungan masing-masing.

Gus Ipul mengakui bahwa tantangan di lapangan cukup besar, salah satunya soal distribusi tenaga pengajar yang belum merata. Meski demikian, ia memastikan Kementerian Sosial akan terus memperbaiki sistem agar program ini berjalan optimal.

Baca Juga : Prabowo Terbang ke London untuk Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia–Inggris

"Kita terus evaluasi. Yang penting, semangat menghadirkan pendidikan yang adil dan inklusif tetap kita jaga," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar