0%
Senin, 04 Agustus 2025 19:20

Penjual Mobil Bekas Ungkap Konsumen Mulai Sulit Bayar Cicilan, Leasing Mulai Tahan Kredit

Editor : Alif
Penjual Mobil Bekas Ungkap Konsumen Mulai Sulit Bayar Cicilan, Leasing Mulai Tahan Kredit
ist

Namun kini, tren tersebut mulai merambah ke konsumen lama yang sudah mencicil selama satu hingga dua tahun.

PORTALMEDIA.ID — Para pelaku usaha mobil bekas mengungkapkan kekhawatiran atas meningkatnya kasus kredit macet di kalangan konsumen dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini disebut-sebut sebagai dampak dari melemahnya kondisi perekonomian nasional.

Agustinus, pemilik Focus Motor Group, mengatakan dirinya telah berbincang dengan salah satu perusahaan leasing besar yang mengonfirmasi mulai mengerem pemberian kredit kendaraan. Alasannya, angka gagal bayar yang meningkat tajam.

"Saya tanya, kenapa perusahaan leasing sebesar ini mulai ngerem? Mereka jawab karena banyak yang cicilannya mulai macet. Artinya, mereka sudah punya proyeksi ke depan bahwa situasinya akan memburuk," ujar Agustinus, Senin (4/8/2025).

Baca Juga : Pemerintah Kaji Pemutihan Kredit Macet di Bawah Rp1 Juta, Perbankan Bereaksi

Menurutnya, sebelumnya masalah kredit macet kerap terjadi pada konsumen baru yang belum genap tiga bulan mencicil kendaraan. Namun kini, tren tersebut mulai merambah ke konsumen lama yang sudah mencicil selama satu hingga dua tahun.

"Kalau yang udah dua tahun nyicil tiba-tiba macet, itu berarti benar-benar terdampak. Entah karena kena PHK atau usaha mereka tiba-tiba lesu," tambahnya.

Ia juga menyinggung fenomena konsumen yang memaksakan diri membeli mobil demi gaya hidup, meski kemampuan finansialnya tidak memadai. Namun, dalam kasus terbaru, Agustinus menilai faktor ekonomi menjadi penyebab utama.

Baca Juga : Risiko Kredit Macet Perbankan Berpotensi Naik Pasca Lebaran

Tren penurunan penjualan kendaraan turut memperkuat sinyal perlambatan ekonomi. Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya melaporkan penurunan penjualan mobil sebesar 18,8 persen secara tahunan (year-on-year) di awal 2025, sementara sepeda motor turun 2,9 persen.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dirilis oleh PT Astra International Tbk. menunjukkan penjualan mobil pada Juni 2025 hanya mencapai 57.761 unit, turun 4,71 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Juni 2024, angka ini anjlok hingga 22,59 persen.

Secara kumulatif, penjualan mobil pada semester I 2025 tercatat sebanyak 374.741 unit, turun 8,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer