PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) wilayah Makassar sukses menggelar Kelas Kecerdasan Artifisial (AI), pada Sabtu, (23/08/2025), di SMP Telkom Makassar.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan guru Sekolah Dasar (SD) yang antusias memahami lebih dalam tentang teknologi kecerdasan artifisial.
Dalam pelatihan ini, para guru diajak untuk memahami berbagai aspek terkai AI, termasuk etika penggunaannya, manajemen prompt, pemanfaatan AI untuk pembelajaran kreatif, pengelolaan kelas, serta peningkatan kinerja administrasi.
Selain itu, peserta juga diberikan akses ke Learning Management System (LMS) untuk mendukung pembelajaran berkelanjutan.
Koordinator Wilayah Mafindo Makassar, Andi Fauziah Astrid, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kegiatan ini.
Ia menyampaikan turut hadir dalam kegiatan Kepala Sekolah LMS Mafindo Institut Pusat, Dimas Fadhillah Aprilian Santos, untuk mengawasi jalannya pembelajaran dan memberikan evaluasi.
“Kegiatan ini kami persembahkan sebagai ruang bersama untuk belajar, bertumbuh, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam memahami potensi AI di dunia pendidikan dan literasi digital,” ujarnya.
Kesan positif juga datang dari sejumlah peserta, termasuk, Muhammad Fahrul, guru di SDI Unggulan BTN Pemda. Ia mengaku beruntung dapat mengikuti pelatihan ini.
“Saya lebih paham tentang AI dan banyak aplikasi yang bisa memudahkan pembelajaran di sekolah, seperti aplikasi Dreamina. Semoga kegiatan ini bisa terus dilaksanakan agar semakin banyak guru memahami AI,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Nazwar Muslan, Ketua KKG Gugus 2 Rappocini dan guru di UPT SPF SDN Kompleks IKIP I.
“Pelatihannya sangat bermanfaat, mulai dari menyusun perangkat pembelajaran hingga asesmen. Selain gratis, semua peserta juga mendapat merchandise menarik. Ke depan, semoga waktunya diperpanjang dan Mafindo makin giat bekerja sama dengan KKG karena materinya sangat dibutuhkan guru,” tuturnya.
Sementara itu, Ferlina Istiastuti, guru kelas 1 UPT SPF SDN Kompleks IKIP, menilai penyampaian materi mudah dipahami dan langsung dapat dipraktikkan.
“Banyak aplikasi baru yang saya kenali. Asisten pemateri juga sigap membantu. Setelah pelatihan, kami tetap bisa belajar mandiri melalui LMS. Harapan kami, pemateri terus melakukan evaluasi agar AI benar-benar bisa dipahami dan diaplikasikan dalam pembelajaran,” katanya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional AI Goes to School yang digelar di berbagai wilayah Indonesia, dengan target mendampingi 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News