PORTALMEDIA.ID, GOWA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menurunkan 348 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menjaga keamanan aset vital milik daerah, menyusul rencana aksi demonstrasi yang akan digelar sejumlah organisasi di wilayah Gowa.
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, saat memimpin Apel Gelar Pasukan di Halaman Kantor Bupati, Rabu (3/9/2025), menegaskan bahwa pengamanan ini bukan ditujukan untuk menghadapi massa, melainkan memastikan fasilitas publik yang dibangun dari pajak masyarakat tetap terlindungi.
“Yang kita jaga adalah aset daerah, hasil dari uang rakyat. Pengamanan ini bukan untuk melawan adik-adik mahasiswa atau masyarakat yang menyampaikan aspirasi, tapi untuk memastikan apa yang sudah kita bangun tetap terpelihara,” tegas Darmawangsyah.
Baca Juga : Komitmen Jamin Kesehatan Masyarakat, Gowa Raih UHC Award Kategori Pratama 2026
Ia juga mengingatkan agar seluruh anggota Satpol PP terus menjaga loyalitas dan meningkatkan semangat juang dalam melaksanakan tugas, khususnya dalam menegakkan peraturan daerah dan menjaga fasilitas pemerintahan.
Plt Kepala Satpol PP Gowa, Firman Djamaluddin, menjelaskan personel akan ditempatkan di dua titik utama, yakni Kantor Bupati Gowa dan Kantor DPRD Gowa, yang disebut menjadi lokasi konsentrasi aksi. Dari total 390 anggota, sebanyak 348 dikerahkan karena sebagian lainnya sudah bertugas sejak malam sebelumnya.
“Kami fokuskan pengamanan di dua titik, baik di dalam maupun sekitar area kantor pemerintahan. Prinsipnya, kami menjaga agar fasilitas tidak rusak dan kegiatan masyarakat tetap berjalan normal,” jelas Firman.
Baca Juga : Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan, RSUD Syekh Yusuf - BSI Lakukan Penandatanganan MoU
Firman juga mengimbau massa aksi agar tetap tertib dalam menyampaikan pendapat. Menurutnya, demonstrasi adalah hak setiap warga, namun harus dilakukan sesuai aturan hukum.
“Menyuarakan aspirasi itu boleh, tapi jangan sampai anarkis. Kalau terjadi kerusakan, bukan hanya pemerintah yang rugi, masyarakat juga yang akan terkena dampaknya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News